#CeritaDariHutan: Hutan Trembesi De Djawatan

Wednesday, July 11, 2018

Banyuwangi sebagai kota dengan berbagai kawasan eko-wisata terpendam, banyaknya pantai dan gunung di sekitarnya menjadi tujuan para wisatawan saat ini. Namun, yang membuatnya berbeda adalah adanya objek wisata hutan yang dikelola oleh Perhutani. De Djawatan merupakan objek wisata hutan yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Lokasi yang tidak jauh dari perkotaan serta suasana teduh dan nyaman, membuat saya terkagum bahwa kita memiliki hutan se-indah ini di Indonesia.




Rindangnya pohon trembesi tua, dengan tumbuh-tumbuhan pakis yang menjalar hidup di antara batang pohonnya membawa kita ke dalam fantasi tentang berada di kawasan magis, dimana para raksasa akan mengejar buruannya dan peri terbang bebas di sekelilingnya. Maafkan imajinasi saya... Bahkan sebelum Tim Burton mengubah persepsi kita dengan memvisualkan kisah fiksi 'Alice in Wonderland', kita sudah memiliki imajinasi sendiri tentang kelinci yang tiba-tiba keluar dari salah satu lubang pohon di hutan.

Insipirasi yang sama saya dapatkan disini, entahlah mungkin memang saya selalu suka berada di tengah hutan. Kita bahkan bisa bersembunyi di balik warna hijau yang menyejukkan, sinar matahari hanya berani mengintip dari celah rimbunnya dahan pohon. Warna-warni yang kontras pun ditambahkan sebagai wajah baru dari hutan wisata ini.

Ketika berkeliling menyusuri hutan, kita akan menemukan rumah pohon disana! Yang saya suka dari rumah-rumahan yang terbuat dari kayu ini adalah betapa sejuk dan damainya. Berapa banyak dari kita yang sewaktu kecil dulu selalu bermimpi untuk bisa memilikinya? Hmmm, rasanya tidak apa-apa kan orang dewasa seperti kita memanjat rumah pohon sesekali, menyembunyikan diri dari paparan sinar matahari yang sudah saya dapatkan selama beberapa hari berwisata pantai di Banyuwangi.





Faktanya, keragaman hutan di Indonesia dapat menjadi manfaat kreatif yang lain, ekowisata misalnya. Bukan tidak mungkin bahwa suatu hari nanti, kedepannya kita akan menemukan hutan-hutan lain yang ternyata menyimpan potensi tersembunyi, disamping sumber daya alam yang tiada habisnya dalam suatu ekosistem hutan.

Dengan mengunjungi hutan, pengetahuan kita tentang tumbuh-tumbuhan akan semakin bertambah, bahkan semakin tergelitik untuk memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru tentangnya. Rasa ingin tahu yang besar justru membuat kami semakin penasaran.
Saya sendiri masih bertanya-tanya tentang bagaimana mereka memelihara hutan yang kini sudah menjadi kawasan wisata terbuka seperti De'Djawatan ini, tanpa menghilangkan fungsi hutan itu sendiri, yaitu sebagai kawasan lindung yang menyimpan banyak unsur hara dalam tanahnya. Adakah hewan-hewan buas dan liar di dalamnya? Masih adakah hutan yang belum terjamah?

Saya sudah beberapa kali mengunjungi hutan wisata di Indonesia, antara lain Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatera, Taman Nasional Gunung Bromo di Jawa Timur, serta Taman Nasional Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Semuanya memiliki potensi yang berbeda, dan dari perjalanan masing-masing hutan tersebut saya membawa pulang pengalaman yang tidak sama pula. Keadaan geografis wilayah dan kesuburan tanah tentu menjadi penentu jenis-jenis tumbuhan di dalamnya.

Semakin dipikirkan, saya pun menyadari bahwa pada kenyataannya hutan akan kembali ke fungsi utamanya, sebagai habitat para satwa, juga sebagai jantung bagi negara kita, Zamrud Khatulistiwa, karena jika dilihat dari atas maka hijaunya pepohonan diantara lautan Archipelago terlihat seperti batu Zamrud yang mengapung diatas birunya lautan. Kita seharusnya bangga dengan julukan ini, tidak banyak negara yang terkenal karena keindahan alamnya. Kehijauan hutan-hutan tersebut wajib dipelihara kelestariannya, bukan malah melakukan illegal logging dan hal-hal yang dapat merusak hutan. Marilah kita menjaga hutan Indonesia dan segala ekosistem di dalamnya.

You Might Also Like

0 comments

Please kindly do leave the comment.. Thanks :)