Review #JuruBicara

Sunday, July 03, 2016

Gue paling males sih nge-fans sama orang, apalagi artis lokal. Tapi apa yang gue takutin justru terjadi ketika gue nonton show stand up comedy spesial. Uniknya, rasa kagum gue bukan lahir dari pertemuan pertama atau kedua. Ini justru pertemuan gue yang ketiga dengan si Juru Bicara. Setelah nonton Mesakke Bangsaku dan sehari sebelumnya gue ikutan meet & greet sekaligus nonton bareng film dokumenter Menemukan Indonesia, udah pernah gue bahas lengkapnya bisa dibaca disini.

#JuruBicara World Tour (Medan)
Sabtu, 4 Juni 2016
di Selecta Royal Ballroom, Medan

World tour kali ini menyinggahi 24 kota di 5 benua, disponsori oleh portal video lokal vidio.com. Wow! Medan sebagai kota pertama di Indonesia, pastinya spesial karena kenyataannya para mahasiswa dari Medan merupakan orang-orang yang ikut andil dalam pergolakkan HAM di Indonesia pada tahun 1998, salah satu topik utama yang akan dibahas dalam show ini. Selain itu animo masyarakat Medan terhadap Pandji sendiri sangat besar, *maklum artis :p Apalagi Medan menjadi satu-satunya kota di Pulau Sumatera yang di singgahi #JBWT, jadi banyak juga penonton dari luar daerah yang sengaja bela-belain dateng buat nonton. Dan sebagai salah satu orang yang udah duluan nonton #JBWT, rasanya tangan gue gatel banget mau nge-review supaya kota lain pada sirik sama euforia nya. Hahaha.


Malam minggu itu gue bela-belain dateng walaupun cuma ber-2 sama Indah. Kita memang anaknya penikmat stand up comedy banget, sampe ngorbanin malem mingguan *padahal emang gaada yang ngapelin aja sih :(
Untuk menghargai yang tepat waktu, acara dimulai ontime jam 19.30. Pembawa acaranya merupakan seseorang dari tim nya #JBWT, pengelola toko WSYDN Shop, siapa lagi kalo bukan Koh Danis (@danisdarusman). Dia nggak ngelucu sih, tapi dengan melihat tampangnya aja bawaan nya jadi pengen ketawa.



Opener 1 (@ilhamabayy)
Komika pertama sebagai pembuka acara ini adalah @ilhamabayy komika lokal Medan. Dengan rambut gondrong alaala anak band, Ilham sukses memulai pemanasan dengan mengundang tawa dari banyolan tentang kelakuan Mamak-nya, sampe keadaan umum di kota Medan sendiri yang kalo dipikir-pikir bisa juga ditertawakan.



Opener 2 (@RahmetAbabil)
Anak STM (Sekolah Tanpa Modal) satu ini, @RahmetAbabil merupakan jebolan SUCI 5. Gue nggak terlalu ngikutin juga, tapi dari penampilannya ketahuan kalo orang ini udah punya banyak jam terbang karena penguasaan panggung dan stage act nya oke banget. Dia ngomongin situasi di rumahnya juga, tapi dengan cara yang lebih dramatis. Dia masih kaget masuk hotel mewah, jadi terkagum-kagum. Memang katanya si Rahmet ini diajak jadi opener tuh tujuannya supaya ada yang bisa dikata-katain sama Pandji, hahaha wajahnya cocok sihh di bully.


Headliner (@pandji)
Dengan mengenakan batik lengan panjang warna hijau, *yang dimirip-miripin seragam PSMS dan pastinya sih endorse-an :p @pandji muncul dan maksa minta dielu-elukan. Mungkin cuma karena kasian, penonton jadi histeris neriakin dia.

Sudah menjadi persona nya Pandji merupakan komik yang biasa membahas isu-isu tentang politik, pendidikan, lingkungan, dan kali ini khususnya HAM. Pandji sebagai sosok yang berbicara mewakili individu-individu yang selama ini dikesampingkan. Tentang aksi Kamisan, tragedi Trisakti, tentang hewan, prostitusi, ganja, tentang pengalamannya keliling dunia, ajakan untuk berkarya, sampe rating TV saat ini. Kapan lagi bisa ngobrolin gosip diiringi fakta kayak gini?

Gue mulai melihat bahwa stand up comedy saat ini udah ada di level yang berbeda. Bukan cuma sekedar mencari banyak-banyakan LPM (laugh per minute), tapi kita sebagai penonton juga pengen mendengar pendapat si komika tentang suatu isu yang terjadi. Disini, gue salut sama Pandji. Dia mungkin bukan komik yang terlucu, tapi terbukti ide dan pemikirannya bisa sangat menginspirasi. Satu lagi ketakutan gue selain takut ngefans sama dia, yaitu gue takut malah jadi konsumtif dengan karya-karya dia yang lainnya.


Sebagai penutup, Pandji melayani Q&A dari beberapa penonton. Sengaja gue ngikutin sampe akhir ya karena gue penasaran juga apa isi kepalanya. Kadang kan pertanyaan penonton macem-macem, bisa jadi sesuatu diluar topik. Nambah wawasan baru sih yang pasti.



Gue nggak bisa ngebandingin kalo ditanya lebih suka Juru Bicara atau Mesakke Bangsaku. Menurut gue dua-duanya sama bagusnya karena isu-isunya hampir serupa, topiknya sama beratnya tapi dibalut dengan komedi khas Pandji. Setiap bit sarat akan ilmu pengetahuan dan punchline nya selalu nggak terduga. Jadi mau ketawa aja mesti pake mikir dulu, sekelas joke-joke internasional lah. Pandji orangnya nyenengin banget, pengalaman dia bicara di depan umum dengan energi maksimal selama kurang lebih 2 jam nggak perlu diragukan lagi. Asli pecah! Rahang gue encok...

Selesai acara gue males foto bareng lagi, udah pernah dan antriannya panjaaaang gila! Sampe ketemu lagi aja ya, Bang Pandji. Cukup disayangkan begitu gue tau bahwa tahun depan mungkin Pandji Pragiwaksono akan istirahat dari tour nya, yang berarti entah kapan kesempatan gue ketemu lagi. Hmmm, tapi gue menghargai keputusannya sih, kasian kan keluarga nya ditinggal keluar kota mulu hahaha. Semoga sukses world tour nya tahun ini, dan tetep ditunggu karya-karya lainnya, Bang!

Foto sama banner pun jadilaaah~


*Beberapa foto diambil dari jepretan Mas Pio.

You Might Also Like

4 comments

  1. Kemarin nonton Juru Bicara Jogja dan setuju dengan poin Pandji mungkin bukan yang terlucu. Tapi secara prestasi tetep masih yang terbaik di Indonesia saat ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget! Nambah wawasan yg nonton juga sih :D

      Delete
  2. Pembahasan tentang berkarya bener-bener memotivasi banget. keren lah pokoknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. inspiratif yak :p
      bit-bit yg lain juga ga kalah keren.

      Delete

Please kindly do leave the comment.. Thanks :)