Cocktail Party

Feeling fabulous in
Christmas Cocktail Party at Little Versailles
Sunday, 14 December 2014
at The Regale
Hosted by Brides on 22
The party is about us all catching up like we rarely get the chance to.


I came up with Henny, Fany, and Ci Sonia. Snap some fun photos, nibbles, drinks, and enjoy the live show performance. Celebrating the early Christmas, maybe?
The venue is so enchanting and glamor and they have a very beautiful decoration details also.
 
http://scontent-a.cdninstagram.com/hphotos-xap1/t51.2885-15/928368_522754371161487_795621833_n.jpg
Ice cream with personal topping mixed

Actually it's such a promotion bazaar, event planner, photo shoot, etc. But it's okay just came in and have a quality time to meet some new friends around. Like dress up well and keep the party going. Classy event! Many gorgeous and socialite peoples there. And guess whom I met...

Kak Yunita Elisabeth!

Met this super fabulous fashion blogger in town, Kak Yunita Elisabeth from Pink Teary Dream. I've known her in a fashion event too last year, when I interned as fashion journalism. She's so humble and friendly. We share a lot about hair tips. I adore her pretty hair color that always changed every 2 weeks. Wow totally awesome!

See ya at the next event, and have a blast holiday guyssss!

CHOICE

Menurut kalian mendingan jadi pembangkang atau penjilat sih?



Mau share penderitaan mahasiswa nih. Katanya mahasiswa itu bebas berkreasi. Ternyata bohong. Kenyataannya kita masih aja terikat sama lembaga kampus dan beberapa oknum yang mengurusi keseharian kita.
Hmmm, mungkin susah ya buat orang yang punya latar belakang preman kayak gue untuk berubah 180 derajat jadi mahasiswa yang berbudi pekerti luhur. Gue memang suka semau-mau sendiri. Dan walaupun gue udah berusaha banget memperbaiki kelakuan, tetep aja nggak bisa sepenuhnya menutupi sifat yang udah tertanam. Rambut gue ombre pirang, pake rok di atas lutut, dan suka terlambat. Jelaslah kesannya gue bukan cewek baik-baik. Hahaha.

Kadang semua dijadiin kendala, apalagi dalam profesi medis. Beberapa staf pengajar merasa perlu menegur mahasiswa yang berpenampilan kayak gue. Jadi selama koass ini gue udah punya koleksi kasus di kampus karena hal-hal sepele semacam itu. Baru 3 bulan ngejalanin koass, dan di setiap departemen ada aja haters baru. Bahkan departemen yang kata mereka adalah surga, bagi gue adalah neraka. Asli nggak nyaman banget gue. Yah kalo bukan demi masa depan...
Gue sih oke-oke aja ya kalo misalnya dimarahin karena salah dalam pekerjaan, atau karena gue bodoh, atau ceroboh. Tapi ini cuma gara-gara penampilan! Itu sih udah semacam pelanggaran hak asasi namanya. Memangnya se-luarbiasa apa sih penampilan gue? Masih dalam batas wajar kok. Gue bukannya pake hot pants kan ke kampus. Apalagi setau gue nggak ada tuh peraturan tertulis yang melarang hal ini, yang berarti itu merupakan peraturan ilegal dari subyek-subyek tertentu aja kan.

Mungkin wajar-wajar aja gue meng-ombre rambut dan pake rok diatas lutut kalo seandainya gue mahasiswa jurusan fashion/design/seni. Tapi mengingat jurusan yang gue tekuni di kedokteran gigi, mungkin hal kayak gini jadi tabu. Gue masih bingung juga sih, kenapa coba harus dibedain? Kenapa orang-orang nggak bisa berpikir open-minded? Kan justru malah bagus kalo para mahasiswa kedokteran jadi stylish dan fashionable, nggak melulu dengan preppy look yang membosankan dari jaman ke jaman. Kita itu dinilai dari pekerjaan kita, bukan cuma dari penampilan luar. Jadi, kenapa harus dilarang berkreasi sebebas-bebasnya?

Ini bukan cuma cerita tentang gue. Gue punya temen cewek anak kedokteran yang bertatto di lehernya. Kalo rambutnya digerai memang nggak kelihatan, tapi sewaktu praktikum/lab rambutnya dikuncir dan kelihatan. Lagi-lagi ada aja staf pengajar yang sinis ngelihatnya, bahkan sampe nggak dilulusin ujiannya. Padahal dia merasa bisa loh ngejawab semua soalnya, dan hal itu nggak cuma terjadi sekali-dua kali. Udah remedial kesekian kalinya dengan dosen yang sama juga tetep aja nggak lulus. Sampe akhirnya dia nggak tahan dan mengundurkan diri dari kedokteran. Tau nggak gara-garanya apa? Cuma gara-gara dia bertatto! Luar biasa tidak adilnya.

Jaman dulu mungkin orang-orangtua dihormati karena kebijaksanaan mereka. Tapi sekarang jaman kan udah beda banget, dan kenyataannya nggak semua orang yang lebih tua dari kita itu lebih bijaksana. Beberapa bahkan masih cenderung labil layaknya abege. Herannya, generasi muda nya juga banyak yang nggak tanggap. Lingkungan di sekitar gue contohnya. Beberapa temen gue kalo udah ditegur sama orang yang lebih dewasa (misal senior atau dosen) langsung manggut-manggut. Bukannya dicerna dulu bener atau enggak. Seolah-olah mereka nyari 'aman', biar nggak berdebat panjang. Bahkan beberapa cenderung jadi penjilat, baik di depan, bergosip di belakang. Gue sendiri bukan tipe penjilat, ya kalo bisa dibilang gue pembangkang. Kadang gue gemes sih ya, rasanya hati ini pengen ngebangkang aja gitu kalo ada yang ngelarang-larang gue melakukan sesuatu. Makin dilarang justru adrenalin gue semakin terpacu untuk melawan. Hmmm kadang hal semacam keras kepala juga perlu, walaupun nggak di semua situasi juga sih bisa diterapkan, ya mau gimana lagi namanya demi pergaulan. Jaman sekarang sih harus banyak ngikutin kemauan orang kalo nggak mau punya banyak musuh.

Menurut gue, semuanya pilihan aja sih. Semua ada sisi baik dan buruknya. Mau jadi mahasiswa yang gaya, keren, dan stylish tapi harus berani menghadapi teguran. Hadapi aja, ya anggep sebagai latihan mental biar jadi orang yang lebih kuat menjalani cobaan. Toh di kehidupan nyata juga nasib kita nggak selalu mulus kok, pasti ada aja orang yang nggak suka sama kita dan tetap harus dihadapi.
Atau mau jadi mahasiswa teladan, baik, patuh, nggak pernah berkasus, tapi biasa-biasa aja dan mainstream. Menurut gue sih, jadi orang baik nggak harus dengan cara selalu mengikuti kemauan orang kok. Masih banyak cara lain jadi mahasiswa teladan, buktikan dengan prestasi misalnya.
Ya tergantung diri lo sendiri lah pokoknya. You decide!

Touch of Red

WRP with Cosmopolitan Magazine held an inspirational event.
Office 2 Office:
"Start Your Healthy Life and Career with Commitment"
#Ready2Go


This event is held in 3 towns, Surabaya, Medan, and Jakarta.
Medan
19 November 2014
at The View 26th Floor, Grand Swiss-Belhotel

You could say I'm an event hunter, because I really can't help to join this kinda fancy event. I went there with Indah and Evi.
All participants have to wear the red dress code. I love it when the ballroom seems hot and energetic with a touch of red/white glamorous ladies!

After the dinner, we had sharing about the products. Sharing about how to start everything in life, without any commitment. Sounds impossible, but surely doable.


Had an inspirational cooking demo, with a young, gorgeous, and talented celebrity chef in town @yudabustara! How to make an healthy and delicious food & beverage in simply way, specially for urban ladies nowadays. Honestly, I don't really know about cooking. But when I saw he cooked the salmon with style, I was very interested! He know how to improved.



We also had an inspiring motivation session with expert psychologist, Mr. Alexander Sriewijono. He try to touch our sensitiveness to be a better person, sharing about his problems, his experience, and well it works.



At the end of event, we took photo together at the booth with this charming Chef Yuda!


Believe it or not, fortunately we get the same lift too with the chef and MC! Although we don't know each others in that lift, but we had the simple chat. They are so friendly, and...it's selfie reminder! :p Hitsss maximum.


The Hormones

Maybe I've told so many times that I adore Thai, whether of peoples, culture, songs, and also movie. Currently I watched Thai drama series, and it was amazing! I think life in Thailand isn't much different from Indonesia, it's just a creative ideas that make it different into the cinema. From drama to short movie, from short movie to the series, and finally into Thai lakorn.

My most favorite is Hormones The Series! No doubt. It's about teenager's life around 16-17 years old of 9 main characters. The cast are full of stars, such as Peach Pachara, Pattie Ungsumalynn, March Chutavuth, Punpun Sutatta, etc. They were chosen by a tight casting, which finally bring them as the stars. IMHO, the director is so brilliant, they are really fit with the characters in this series. The cast also adorable, they know how to improve the act becomes real. You won't missed a single one because they are all pretty handsome and gorgeous.

The story isn't only about love but also family, teenager's problem, school, and friendship. Every single scenes are so out of the box, unpredictable, but truly real happened in our life. Each character have their own life, different character, and of course have each problems. Although this stories didn't notice that they are all best friend, but they looks amazing when together. By watching this series, huahhh I missed my teenager's life when life is free, rebel, and crushed.


Although it's a modern drama, but there's a touched of Thai culture at some scene. I think the best one is when they comes to the family. As a teenager, sometimes we argue our parents. But at the end, we have to apology first, because we realized that we are our parents' child and they always know the best. These scenes are dominant for every character and becomes my inspiration in my mind. Dissidents outside but very respectful to the parents. Totally cool teenagers!

Because of the series reached a lot of fans, both in Thai and even internationally, they make it into Hormones The Series Season 2. When the 9 main characters are in the next grade, plus some new addition characters from Hormones The Next Gen. I don't really understand about talent search, but I heard it was booming for Thai teenagers. If only... hahaha!


We're hoping for Hormones The Series Season 3 with the same cast!

Crazy Little Things

Ada hal-hal kecil di dunia ini yang seringkali terlewatkan sama kita, tapi sebenernya kalo kita sadari, hal itu penting. Klasik.



Pedagang sayur keliling.
Lewat di depan rumah setiap pagi, udah jadi rutinitas yang biasa banget dan mungkin nggak pernah dianggep penting. Tapi kalo suatu hari tukang sayur itu nggak jualan, kita jadi kecarian. Mau masak apa hari ini kalo nggak beli sayur? Makan pagi jadi terlewatkan, bekal untuk makan siang nggak ada, makan malem terpaksa beli diluar. Nah kan jadi ngaruh gitu sampe seharian.
Dan mungkin di hari tua kita nanti, saat dimana kita nggak kuat lagi belanja sendiri ke pasar, dan bete nggak ada kerjaan di rumah, hal kecil kayak nungguin tukang sayur di teras rumah pagi-pagi sambil berjemur di bawah sinar matahari bisa jadi rutinitas semacam refreshing.




Siaran radio.
Di era teknologi masa kini memang banyak hiburan lain yang jauh lebih canggih, lebih futuristik, dan jauh lebih seru. Tapi toh radio tetep bisa diandalkan dari masa ke masa. Di kala macet, atau sebelum tidur. Jaman sekarang kan radio bisa didengerin darimana aja yaa, di HP, mp3 player, online, di mobil.
Kalo dulu gue SMP sih seringnya dengerin siaran-siaran radio dari tape. Yess I grow up in 90's and I used to love radio! Update lagu-lagu yang lagi hits, atau dengerin penyiar yang suka sotoy. Paling lucu nya tuh kalo ada sesi curhat, penelepon suka cerita macem-macem, terus si penyiar kayak tau banget gitu problem solve nya gimana, yang akhirnya si penelepon nurut banget sama sarannya si penyiar yang menurut gue ngarang abis. Hadehh freak -__-
Seenggaknya dengerin curhatan orang bikin wawasan kita bertambah. Ada juga penyiar yang konyol-konyol yang suka ngongek pendengarnya. Pokoknya ada aja deh di radio. Lumayan buat ngeramein kalo lagi sepi atau mati lampu.




Potong kuku.
Oke nggak cuma potong kuku. Rambut, bulu ketiak, dan bulu-bulu lainnya, apapun itu yang ada di tubuh lo yang bisa tumbuh memanjang ya memang harus dipotong, tapi kadang suka lupa juga sih kapan aja harus motong. Kenapa coba bisa lupa? Ya karena kita terlalu sibuk dan nggak pernah memperhatikan. Padahal dari bayi kan orangtua kita udah ngurusin hal sedetail itu ya. Kayaknya nggak ada deh anak yang lahir terus nggak pernah dipotongin kuku nya sama sekali.
Kalo udah gede kayak sekarang, kegiatan potong kuku jadi nggak terlalu penting memang. Tapi kalo sekalinya lupa padahal kuku dan bulu keti udah memanjang, kan jadi dianggep orang jorok. Jelek kan efeknya.
Salah satu trick nya, kalo cewek bisa sih pake kutek warna warni gitu. Biar setiap kuteknya ngelupas, jadi inget udah waktunya harus potong kuku dan ganti warna kutek. Mungkin lama-kelamaan malah jadi rutinitas dan kebiasaan sendiri.



Belanja.
Nggak selamanya kok belanja itu menyenangkan. Iya kalo maksud hati mau cuci mata, terus lagi banyak duit, mau beli apa aja bisa, belanja jadi sangat menggiurkan. Apalagi kalo perginya sama temen-temen!!! >.< Kadang ada barang yang kita lagi butuh banget, tapi males belanja keluar. Biasanya sih kebutuhan sehari-hari gitu ya kayak sabun, pasta gigi, bedak, dll. Tau lah jalanan macet, waktunya nggak sempet, tempat yang dituju mungkin jauh, dan rame.
Trick nya: do it online!
Online shopping merupakan salah satu sistem belanja favorit gue. Tinggal duduk browsing di laptop atau smartphone. Biasa kalo online shopping tuh yang dibeli ya makeup, baju, tas, aksesoris, atau sepatu. Di Zalora semua ada! Iyalah secara pusat belanja fashion online terbesar se-Indonesia, terpercaya, gratis ongkir pula!
Hmmm memang nggak semua barang bisa dibelanjain secara online. Lagipula kalo online shopping kan kita mesti nunggu barangnya dikirim dulu, jadi memang nggak bisa diterapkan untuk barang-barang yang lagi butuhnya sekarang juga. Tapi tetep aja belanja online seenggaknya sangat membantu daripada menghadapi jalanan yang macet dan tentunya menurunkan kadar stress. Hahaha!
Masih ada kok beberapa trick lainnya, misalnya beli kebutuhan harian di warung-warung terdekat. Sekalian ngelakuin dagangan mereka, karena kalo dipikir-pikir kasian juga kan warung kecil kalo jaman sekarang minimarket franchise bertebaran. Atau mungkin bisa stock beberapa barang juga kali ya. Jangan pas butuh baru mau beli, tapi beli yang banyak biar nggak melulu harus bolak-balik.


Masih banyak hal-hal kecil lain di sekitar kita yang kadang invisible, sering terlewatkan. Coba kalo kita mau lebih memperhatikan keadaan sekitar, mungkin bakal menambah lebih banyak kenalan, hari-hari juga pasti kerasa beda. Dan yang paling penting diri kita sendiri belajar mengontrol kesadaran, dan mengurangi kegelapan batin yang bahkan selama ini nggak pernah kita sadari juga. Berat yaa pemahamannya, hahaha. Pokoknya simpel, tapi bermakna.

Just Graduated

September 2nd, 2014
Officially celebrate my graduation of SKG degree at Auditorium USU!


I have to thank my family first!
They didn't come, because I think finishing bachelor degree isn't really touched as finishing the doctor later, so it's okay if my full team family didn't come to this celebration, it only such a formality. Just need my father complete me, he came alone from my hometown, Bandarlampung, to see me grad and traveling across North Sumatera at once. It was his plan, but in fact, I'm too busy with my co ass life, so I can't be a full time daughter to accompany him around :( Sorry pap!

Also found a lot appreciations from friends and the closest. Thankyou for the flowers, floral board, graduation doll, hugs and kisses! And thankyou guysss for your lovely support, help, caring, and these appreciation. Not only on that graduation day, but all along these study years...


Have a simply photoshoot at afternoon:


By the way, there's a funny converstation between me and the photographer:
"Is he your old brother?"

"No, he's my charming father. Hahaha!"

"Hah?! How old is he?"

"52!"

"Oh seems 35-40 I thought"
Hmmmm....is he really that forever young?


Makeup and hairdo by: Light Art Bridal
Photo: Mari Pro

Siblings Theory

Gue bukan travel junkie sebenernya, tapi cukup sering juga traveling bareng keluarga. Walaupun bukan plesir mewah kayak ke Maldives, Hawaii, atau negara-negara maju, dalam negeri pun cukuplah. Istilahnya "jauh-dekat, yang penting ngumpul", gitu sih kata nyokap.


Gue anak pertama dari 3 bersaudara *saudara, hah?! Bukan bukan, maksudnya udah gue anggep saudara kandung sendiri lah. Padahal kan kita cuma kebetulan satu rahim aja gitu, bukan sodara :p* Ini postingan tentang gue sendiri, Like anak kedua, dan Thomas anak bungsu!

Dalam setiap trip, selalu ada cerita dimana gue dan adek-adek gue, *sorry maksud gue dua kenalan yang udah gue anggep adek kandung sendiri* punya momen seru. Segala ketololan dan keanehan kakak-adek dari yang ngakak bareng, debat pendapat, sampe berantem tonjok-tonjokan juga pernah.

Sebagai kakak tertua, gue termasuk orang yang lambat dewasa. Gimana enggak kalo setiap main sama adek-adeknya selalu dianggap temen seumuran -.- padahal beda usia kami cukup jauh kok 22 tahun, 17 tahun, dan 15 tahun. Bukan cuma dari segi usia sih, kalo diliat dari kelakuan juga, ya memang nggak beda jauh. Antara mereka yang terlalu cepet dewasa, atau gue nya yang masih  kekanak-kanakan deh auk ah!

Kita memang keliatannya kompak banget, keliatannya doang. Tapi sebenernya kita sering saling ejek dan jotos-jotosan loh. Disamping nonton bareng (biasanya demenan kita film Thailand tuh!), foto OOTD bareng, nongkrong bareng, ya si Like suka ikutan kalo gue hangout sama temen-temen, atau gue & Thomas juga sering ikutan hangout sama temen-temennya Like, jadi semacam temen-dia-ya-temen-gue-juga gitu deh, dan paling kalap kalo lagi belanja bareng! Apa aja mau dibeli hhhhh...padahal nggak begitu kejadiannya kalo pada belanja sendiri-sendiri. Pasti deh ada diantara kita yang ternyata setan penghasut!



Btw, baru-baru ini kita punya project keluarga pake Aqua Reflection Sebastian Gunawan! Dinamakan project keluarga, karena sekeluarga ikut andil dalam membuat pajangan rumah modern satu ini. Jadi Like yang ngusulin beli botolnya pake nama Thomas, Thomas jadi owner, mami papi yang ngumpulin buah saga waktu jalan disekitar lingkungan rumah, dan gue yang ngisiin dalam botol. Hahaha, bukan project hebat memang, cuma luculucan aja dan bisa dibilang project kelas teri sih~ "kelas teri-kelas kakap, yang penting ngumpul!"

http://scontent-b.cdninstagram.com/hphotos-xpf1/t51.2885-15/10549691_351864008296194_440548913_n.jpg



Dengan membuat postingan kayak gini, mungkin kesannya gue orang yang family-oriented. Hmmm kurang calon istri idaman apalagi coba?! Inti sebenernya gue cuma mau bilang kalo jadi anak tertua tuh berarti banyak feeling yang mesti gue lakoni. Kadang ngerasa keren karena jadi orang yang tau lebih banyak. Kadang jadi ngerasa kolot juga karena nggak ketanjak sama pergaulan remaja masa kini. Tapi yahhh diikutin aja biar gaul!


Foto terakhir diambil waktu libur Hari Raya Idul Fitri di Cipanas, Puncak. The last trip sebelum kita bertiga pada mencar. Gue balik ke Medan, Like udah mulai kuliah di Jakarta, dan yang paling bocah si Thomas mah di Lampung aja nemenin mami-papi, baru masuk SMA diaaa. Hahaha.
Doain aja semoga kita bisa wujudin rencana yang dari tahun ke tahun selalu batal, nonton konser bareng! BYE!
"We are all travelers in the wilderness of this world, and the best we can find in our travels is an honest friend."
-Robert Louis Stevenson-

Golden-Bronzelicious

16th IMT-GT  (Indonesia, Malaysia, Thailand - Growth Triangle) Varsity Carnival
August 22th - 27th, 2014
at University Sumatera Utara (USU)
Tahun ke-limaaa! Ah nggak nyangka udah setua ini.
Sambil koass pula -.- alhasil gue yang harus mengupayakan gimana caranya bisa bolak-balik koass terus langsung tanding. Tahun ini karena jadi tuan rumah, jadi bisa lah diatur-atur sedikit jadwalnya.


Bukannya gue nggak seneng ikutan IMTGT lagi sih. Bukan. Gue suka banget ikutan di pesta olahraga dan pertukaran budaya macam gini. Malah kalo bisa, seumur hidup gue pengennya main tenis, tanding, kenalan dengan orang-orang baru, dan jalan-jalan aja seumur hidup. Tapi dalam beberapa hal, orang kan harus punya prioritas, dan mungkin bukan umur gue lagi berhura-hura diatas banyaknya tumpukan requirement di klinik, disamping penyelenggaraan event ini yang terkesan terburu-buru.

Dari awal sih gue udah konfirmasi bahwa gue nggak bisa berkomitmen untuk main secara full-time, soalnya kan pagi-pagi gue koass, paling bisa main kalo ada jadwal sore. Bahkan gue sempet mengundurkan diri dari tim. Tapi pengunduran diri gue ditolak, atau kemungkinan gue bakal dijadiin cadangan aja katanya. Eh ternyata gue sempet main juga kok, turun di double 2kali. Hmmm, mayan lahhhh walaupun sejujurnya gue capek banget seharian kerja keras huh :(










Karena hujan berkepanjangan, beberapa pertandingan sempet ditunda. Kalo bisa ngasih kritik dan saran, kayaknya banyaaaak yang mau gue kasih masukan deh. Mulai dari lapangan, jadwal pertandingan, sampe fasilitas. Tapi secara kita tuan rumah nya, yaaa terima ajalah begitu keadaannya.


Team!
Syukur-syukur tahun ini bisa naik podium nerima medali perunggu, juara 3 tenis putri. Peningkatan sih daripada tahun lalu nggak dapet apa-apa. Sedangkan tenis putra USU juara! Ciyeee, gold!

Beda daripada tahun-tahun sebelumnya, kok rasanya kali ini gue nggak ngerasa bangga ya, entah kenapa rasanya kurang greget jadi nggak puas gitu. Kurang fokus kali nih, soalnya kami satu tim semacam niat-nggak-niat gitu tandingnya. Yang ngurus koass lah, ngurus KRS, ngurus skripsi, bayar uang kuliah, jalan-jalan sama peserta, ah banyak yang mau diurus!  

Golden-Bronze relationship

Nggak bisa bilang ini tahun terakhir gue juga sih. Gue kan nggak pernah tau kapan gue lulusnya. Tahun depan mungkin belum lulus, tapi kalo lagi banyak kerjaan di klinik ya terpaksa nggak bisa ikutan :( Cuma bisa bilang,
"See you when I see you, IMT-GT!"
Semoga aja tahun depan semua requirement gue di klinik udah selesai, tapi belum wisudaan, jadi bisa ikutan lagi. Hahaha. BYE!