Obrolan Akulturasi

Sempet chatting sama salah satu temen yang sekarang kuliah di Aussie. Sebut aja namanya Tata. Selama ini sering sih contact-contact-an tapi cuma ngobrol ngalor ngidul, dan baru beberapa hari yang lalu itu lah punya quality chat sama dia :D
"Disana banyak gaul sama bule dong, Ta? Kan pemikiran bule keren-keren banget tuh!"

"Udah biasa deh gue, kadang malah saking kreatifnya bule, sampe nggak masuk akal, Dres!" 

"Iya gitu?!"

"Iyaaa, joke nya aja beda banget..."

"Iya sih, kadang yang nggak lucu aja diketawain ya. Apa banget. Hahaha"

"Gue juga kadang diem aja deh kalo mereka ngetawain yang menurut gue nggak lucu -___-"
"Garing yak.. Tapi sebenernya lo disana tuh kebawa susasana banget nggak sih, Ta?"

"Iya, Dres. Budaya nya aja beda banget!"


"Beneran yang free gitu? Party sana sini?"

"Iya! Malah kayak gay dan lesbian juga banyak yang mesra-mesraan di jalan. Kan udah banyak tuh yang pro melegalkan homoseksual  disini."

"Hmm, asal bisa jaga diri aja ya kalo gitu Ta. Jangan sampe kebawa lo nya, hahaha"

"Hahaa jangan sampe deh. Gue juga sekarang jarang kok party party gitu, dulu sih iya pas baru kesini bawaannya pengen hura-hura mulu. Tapi lama-lama ya mikir juga, secara harga beer aja mahal banget, Dres."

"Ohya? Asik tuh party, gue juga mau! Hahhaa."

"Asik sih, Dres. Kita bisa ketemu sama orang-orang baru"

"Asal jangan keseringan aja kali yak? Bisa bokek dong~ Sekali-kali ya okelah biar nggak norak norak amat :D"

"Gue suka pemikiran lo! Open minded!"

"Ah masa gitu aja open minded sih~"

"Abis banyak loh, Dres, orang yang sok anti sama party gitu. Dibilang nggak berguna lah, buang-buang duit lah"

"Ya itu tadi, asal jangan keseringan aja, Ta. Beneran buang duit itu sih"

Masing-masing orang punya persepsi sendiri sih ya tentang budaya. Pro dan kontra tentang homoseksual, tentang party, dan budaya kebaratan lainnya.

Mungkin ada bagusnya juga akulturasi budaya. Kayak tentang pemikiran kreatif para bule yang bisa kita contoh. Sedangkan free lifestyle yang memang 'bule' banget kayaknya masih belom cocok di kita, jadi ya nggak perlu ditiru sepenuhnya. Hari gini, udah harus think global dan menggaul secara internasional dong ah. Hahahaha! Tanya diri sendiri deh, sudahkah kamu jadi anak gaul internasional tanpa mengesampingkan akulturasi?

Hardiknas


Sumber gambar: Devianart
Pendidikan di era modern ini, bukanlah hanya sekedar gelar ataupun harga diri, tapi juga merupakan kebutuhan primer disamping pangan, sandang, dan papan. Semua orang berhak dan sepatutnya mendapatkan pendidikan yang layak untuk menunjang kualitas hidupnya, baik pendidikan formal maupun non-formal.

Dalam prakteknya, masih banyak masalah-masalah yang membatasi ruang gerak terkait hak memperoleh pendidikan tersebut. Baik dari aspek ekonomi dan psikososial masyarakat, maupun dari penanggung jawab pendidikan itu sendiri.

Mungkin pendidikan masih perlu diperjuangkan oleh setiap individunya. Bukankah memang selalu ada perjuangan dari setiap hak yang akan diterima? Katakanlah kamu terlahir di keluarga yang berkecukupan dan memahami pentingnya pendidikan berkualitas. Setiap hari bersekolah, mengikuti kursus non-formal, bimbingan belajar, dsb. Namun apakah kita sudah yakin tentang apa tujuannya melakukan kegiatan monoton seperti ini setiap hari, dari tahun ke tahun? Percayakah kita bisa memperoleh masa depan yang cemerlang nantinya? Toh tetap saja harus ada perjuangan, harus punya inovasi kedepan agar tidak mainstream.

Lalu bagaimana dengan saudara-saudari kita di pedalaman negeri ini? Mereka mungkin tidak terlalu peduli apakah bisa mengenyam sekolah atau tidak. Selama masih bisa bekerja, dengan bertani, nelayan, menjadi buruh, atau apapun itu, yang penting masih ada esok hari dan hidup terus berjalan. Jadi pantaskah negeri ini disebut bangsa yang besar jika kepedulian terhadap pendidikan masyarakatnya masih jauh dibawah standar?

Intinya tetap harus ada perjuangan dalam memperoleh pendidikan. Pendidikan tidak hanya untuk yang mampu, tetapi juga bagi mereka yang kurang mampu. Jaman sekarang, sudah banyak lembaga yang menyediakan bantuan berupa beasiswa pendidikan. Baik yang berprestasi maupun bagi yang kurang mampu.
Beasiswa tidak hanya dapat diperoleh dari lembaga pemerintahan atau institusi kampus. Jaman sekarang sudah banyak jaminan dana pendidikan dari asuransi, bank, dll. Bahkan sebagian orang juga memperoleh tunjangan pendidikan dari rekan ataupun sanak keluarganya, itu sih kalau kamu beruntung mempunyai sanak keluarga yang baik hati :)


Selamat Hari Pendidikan, para pejuang gelar dan integritas!
Semoga wawasan dan ilmu yang dimiliki oleh generasi penerus seperti kita dapat membawa bangsa ini menuju bangsa yang lebih elite terpelajar :)
INSTAGRAM