Strong is Beautiful

I'm very interested in WTA's (Women's Tennis Association) global campaign. I think it was an extraordinary project.
STRONG IS BEAUTIFUL!

This is a women tennis campaign, launched in 2011. Not only featuring the tennis stars, but also featuring celebrities from entertainment, music, business, film, and another sport, speaking of their love of women's tennis. Even, WTA plans on producing additional phases of the campaign during the 2013 season with more stars of film, music, fashion, and sport, lending their support.


The campaign letting us know that every tennis player have athleticism and grace. What an unique combination! Nowadays, they have turned into the most recognizable and followed female athletes on the planet. Not only athletes, they are the great superstars! The campaign tells about the personal stories, pressures, and dreams of the players front of stage. No matter where the players come from, they all share the same goal, to be the best!
"It takes so many elements to reach the top of such a competitive sport as tennis - strength of character, discipline and willpower. All of these things define who we are as people and as athletes. For me the new campaign captures the inner strength of players in a beautiful way,"
- Caroline Wozniacki, professional tennis player -

Happy belated CNY


Happy belated Chinese New Year 2564/2013!!!
Waw, it's snake year already!
Coincidentally, my college life was also in holiday, so I was able to go home and celebrated CNY this year with the big family. You know that you have a happy life when the whole family was gathered together. Happiness is coming as simple as that!

Have a blessed year ahead! :)

Frontal

"Dres, lo itu orangnya terlalu frontal ya...dan terlalu kritis."
- Beberapa teman -
Tadinya gue nggak seberapa ngerti juga apa maksud mereka dengan mengatakan bahwa gue telalu 'frontal'. Selama ini gue nggak pernah ngegubris. Tapi setelah semakin banyak aja yg bilangin gue kayak gitu, gue mulai peduli apa maksud mereka. Dari penjelasan, akhirnya gue ngerti kalo artinya gue terlalu blak-balakan. Yah, kadang basa-basi gue rasa terlalu garing sih.

Ada kemungkinan juga, gaya berbicara kita dipengaruhi sama budaya dimana tempat kita tinggal. Gue ngerasain banget hal itu. Dulu gue nggak se-frontal ini kayaknya, dan pendapat temen-temen gue itu ya baru gue denger belakangan ini. Mungkin sejak gue tingal di....Medan?? Secara cuma temen-temen gue di luar kota Medan yg berpendapat begitu.

Ngomongin hal lain disamping budaya, rasanya gue nggak sepenuhnya bener waktu dulu ngambil keputusan untuk kuliah di Medan, kota yg terlalu jauh dari kampung halaman gue (untuk ukuran masih sama2 satu satu negara). Mau pulang aja mikir-mikir dulu. Pas liburan begini gue balik ke Lampung dan ketemu temen-temen sekolah gue dulu, kita cerita-cerita bareng, dan gue dapet kesimpulan bahwa kehidupan gue di Medan sekarang nggak se-bahagia mereka yg kuliah di Jakarta, Bandung, Jogja, atau yg cuma di Lampung sekalipun. Rasanya kayak masa muda gue, gue sia-siakan di kampus yg jauh tapi nggak seru, bahkan cenderung membosankan. Sialan, gue baru nyadar sekarang dong?!!

Ya, budaya kita berbeda, bahkan sangat jauh. Dari segi bahasa dan pemikiran aja jauh.
Mungkin itu juga sebabnya, gue nggak pernah nemuin yg bener-bener cocok di Medan. Dalam hal apapun itu. Bukannya menyesal, selama ini gue banyak kok ketemu dan bergaul dengan orang-orang baik dan hebat juga di Medan. Gue lumayan bersyukur. Gue nggak mau terlalu mencela sih, toh ini pilihan gue sendiri dulunya. Sempet nggak seneng, terus jadi seneng, dan sekarang nggak seneng lagi sama kota satu itu. Ada beberapa hal yg rasanya 'kalo-gue-nggak-di-Medan, pasti-gue-bisa-dapet-pengalaman-itu'. Oke disini gue mulai meng-kambing-hitam-kan. Tapi ya entah deh, entah karena gue nya aja yg neko-neko apa gimana. Hati gue kayak nggak disitu aja. Rasanya pengen cepet lulus kuliah terus merantau jauh lagi~

Selama ini gue udah berusaha nyaring budaya sedemikian rupa, yg menurut gue bagus ya gue terapkan, yg menurut gue jelek ya nggak usah digunakan. Masa sih malah budaya 'frontal' yg melekat di gue? -____- Walaupun Lampung - Medan masih sesama Sumatera yg terkenal keras, tapi tetep aja tingkat kekerasannya beda.
See, betapa pengaruhnya suatu kota tempat tinggal sama kehidupan kita kedepannya. Makanya gue lumayan nyesel banget kalo inget gue harus balik ke Medan minggu depan dan masuk semester baru.. Duhh! Gue harap, suatu saat gue bisa menemukan kota yg pas buat gue, dan semoga nggak ada nyesel-nyeselan lagi, demi kehidupan yg lebih baik. Amin!


--->>> Gue juga menyadari sih bahwa post ini terlalu frontal. Biar deh, biar sekalian frontal nya.
Maybe, frontal should be my middle name :)
INSTAGRAM