Playing at the field..

Got some photo session with Alfina Subiantoro..









Feels like in a village, touch the wind, with the green grass around.. They look very fresh :D
We also moved to the Governor Office, at the downtown. It has the green grass too..
Because green is the new life!

By the way, Happy 'Kabisat' Day!
29.2.2012

No Regret



Mesti diperjelas tentang post lalu gue yg berjudul "Move On".
Beberapa orang nanya ke gue, kenapa gue nyesel pernah mendalami tenis. Ya, di post itu memang kesannya kayak post penyesalah sih.. Sebenernya enggak! Bukan berarti gue nggak berterima kasih atas semua pengorbanan orang-orang yg udah mendukung karir gue di tenis. Terutama orangtua, pelatih, dan temen-temen atlet. Berkat mereka semua, gue jadi sangat bersyukur bisa mengenal olahraga satu itu.
There's always something to be thankful for..

Seenggaknya gue bisa dapet pengalaman yg memorable dari berbagai tour yg pernah gue ikuti. Dapet pelajaran berharga, motivasi disiplin, temen-temen beragam dari berbagai wilayah, dan serangkaian kegembiraan ataupun kekecewaan yg banyaaaaak.
Dan yg paling berharga dari itu semua, gue pernah 'hampir' diterima di PTN favorit karena bidang ini. Ceritanya ada disini. Juga diterima di PTS-PTS berkualitas tanpa harus tes tertulis.. *hiks terharuuu *alay dikit

 
Eh, tapi kalian jangan ngira bahwa gue yg sekarang kuliah di FKG USU, bisa keterima karena surat rekomendasi ini. Bukan sama sekali! Di USU, gue beneran murni 100% karena lolos tes tertulis..
Anyway, thanks untuk PTS yg udah mau nerima gue, juga beberapa PTN yg nolak gue.
No regret! Gue terima nasib gue di FKG USU dengan lapang dada. Dan gue cukup bahagia disini:D

That's called DESTINY


Belakangan gue sering bertanya-tanya sendiri. Kenapa gue begini, kenapa orang begitu.. Gue suka mengamati 'urban life', yg mungkin malah nambah-nambahin beban pikiran sendiri. Mikirin sesuatu yg nggak seharusnya kepikiran..
Urban life nggak jauh-jauh dari obrolan tentang keluarga. Gue percaya kalo semua makhluk di dunia ini bukannya terlahir secara kebetulan, tapi memang udah terencana.

Gue, anak pertama dari tiga bersaudara misalnya. Kenapa gue lahir lebih duluan daripada ke-2 adek gue? Karena gue yakin, memang itulah yg sesuai buat gue. Mungkin sifat bawaannya, gue orang yg kurang ajar sama kakak, maka itulah gue nggak dikaruniai seorang kakak pun. Bayangin kalo gue jadi anak bungsu yg punya kakak 9, dan ngelawan semua kakak gue, apa gue nggak akan dikucilin dari keluarga kalo kayak gitu? Pastinya gue akan jadi pendosa besar!
Mikir positif nya aja, mungkin gue lebih galak daripada adek-adek gue itu, jadi bisa merintah-merintah dan lebih disegani :p Atau mungkin juga gue bisa berjalan lebih 'lurus' untuk jadi teladan bagi mereka. Disamping didikan dari lingkungan juga yg berpengaruh besar.

*Kenapa kita terlahir di keluarga kita yg sekarang? Kenapa orangtua kita cerewet? Yakinlah, karena orang tua yg cerewet itulah yg memang sesuai dengan kepribadian kita, mungkin memang kitanya yg harus dicereweti dulu baru bertindak.
*Kenapa orangtua nggak bisa memenuhi segala kebutuhan gue? Karena kita diberi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri, tanpa harus minta terus sama orangtua.
*Kenapa orangtua memanjakan gue? Yakin aja itu sebagai bentuk perhatian dari orangtua, nggak jarang anak yg nggak bisa bermanja-manja sama orangtuanya, bahkan sangat kurang perhatian. Bukan kah seharusnya bersyukur punya orangtua yg bisa memanjakan?
*Kenapa gue  terlahir jelek? Ya terima nasib aja.. Masih banyak orang yg lebih jelek dan nyatanya mereka fine-fine aja sama keadaan itu.
*Kenapa gue jadi perempuan, bukannya laki-laki? Percaya deh bahwa menjadi perempuan memang karunia yg tepat buat lo, yg powerful, sebagai perempuan yg tangguh.
*dan berbagai pertanyaan 'kenapa' lainnya yg susah diungkapkan..

Secara pribadi, gue bangga terlahir di keluarga yg harmonis, saling menyayangi, berkecukupan, giat bekerja, nggak suka foya-foya, sadar akan ilmu pengetahuan, open minded, religius, peduli kesehatan, dan sejuta kebanggan lain. Dan gue yakin kita semua, bahkan orang-yg-bernasib-tersial-sejagad pun juga bangga dengan keluarga nya, seburuk apapun itu.
Orang terdekat, yg mencintai kita, yg bisa menerima kita apa adanya, yg menjadikan kita tumbuh dan berkembang lebih baik, orang-orang itulah yg disebut...keluarga!
"You don't choose your family. They are God's gift to you, as you are to them."
- Desmond Tutu -

Move on!

Hidup itu merupakan serangkaian proses. Kegagalan, kesuksesan, dan keseimbangan lah yg mewarnai serangkaian itu. Bikin hidup jadi lebih colouful, lebih hidup.

Gue punya temen, atlet, petenis daerah, bahkan sempet ada peringkat di nasional juga. Sebut aja namanya Rina. Dia orang yg tegar dan nggak mudah putus asa. Dari dulu, gue kagum sama dia. Bisa dibilang gue lebih duluan belajar tenis, tapi kenyataannya dia berkembang lebih pesat jauh diatas gue.

Dulu waktu masih sama-sama junior, beberapa kali gue sempet satu tim sama dia untuk mewakili daerah. Kita training bareng, turnamen bareng ke luar kota, dan tinggal di asrama bareng. Dari situ gue mulai perhatiin gaya hidup nya yg memang atlet-banget, dan juga semangat pantang menyerah nya. Pokoknya kalo ngeliat dia saat itu, orang pada yakin bahwa dia bakal jadi petenis hebat nanti nya.

Terbukti di tahun-tahun berikutnya, Rina memang selalu jadi andalan daerah. Dia bahkan rela ngorbanin sekolahnya demi ngejar prestasi di olahraga. Ya, kadang keduanya memang nggak bisa jalan beriringan. Kalo mau fokus, salah satu harus dipilih. Dia lebih milih untuk jadi atlet, masuk asrama atlet di Jakarta.
Beda banget sama gue yg milih keduanya, sekolah dan olahraga. Mungkin itu juga sebabnya kenapa prestasi gue jauh tertinggal dari dia.

Bertahun-tahun dia masuk asrama, latihan setiap hari pagi-siang-sore. Orangtua nya pun ngeluarin biaya yg nggak sedikit untuk pelatih, asrama, perlengkapan tenis, transport, dan biaya turnamen di dalam maupun luar negeri. Maklum, kalo masih jadi petenis peringkat ratusan, cari sponsor juga susah. Memang permainan tenis nya sih makin bagus. Di daerah pun dia selalu jadi bahan pujian. Tapi sampai tahun kesekian, kabarnya sih prestasinya mentok di nasional.
Pas gue ketemu dia lagi, gue tanya kabarnya,
"Rin, masih maen tenis nggak lo?"

"Udah nggak lagi dress.."

"Loh kok gitu?"

"Ya, jadi atlet itu nggak gampang.."

"Jadi, apa kesibukan lo sekarang?"

"Kayaknya gue mau lanjut sekolah aja deh dress.."
Yah! Dia berhenti tenis. Sayang banget..
Sekarang gue dan dia sama, sama-sama gagal di tenis, sama-sama berhenti ngejar prestasi. Padahal kalo mikir berapa besar pengorbanan nya dulu.. Yah penyesalan selalu terlambat.
Dan terakhir gue denger kabarnya, dia jadi sekolah chef, juru masak. Jauh dari apa yg dia kejar selama ini. Tapi disamping itu, gue mikir kalo jadi chef kayaknya oke juga kok. Nggak kalah keren dari petenis :D


Maksud dari cerita gue ini buat pembelajaran kalo kita gagal di satu bidang, bukan berarti kita gagal juga di bidang lainnya. Kadang walaupun udah berusaha keras, semangat, dan nggak putus asa tapi masih aja mengalami kegagalan. Yg paling penting, jangan terpaku sama satu bidang. Harus bisa move on!

Dalam kasus gue, sekarang gue udah nggak berharap banyak lagi di tenis. Kalo sekarang gue ngeliat junior-junior yg udah lolos masuk tim PON, memang masih ada sih sedikit perasaan pengen balik lagi ke masa-masa itu. Masa gue sama Rina masuk tim bela provinsi, training, coaching clinic, turnamen diluar kota, dikasih uang saku, sepatu tim baru, seragam tim kebanggaan, diliput koran daerah, dan semua fasilitas atlet yg menggiurkan.
Tapi gue sadar umur sekarang, sadar akan kegagalan gue. Jadi, buat apa nyesel? Buat apa masih mengingat-ingat masa jaya kalo akhirnya sakit hati? Sampe kapan bisa ngelupain masa lalu? Sebagai senior, yg semestinya gue lakukan sekarang adalah mendukung mereka, ngasih motivasi supaya mereka latihan lebih giat lagi.

Memang sih, rasanya sakit banget kalo udah gagal. Rugi waktu, rugi energi, rugi materi, dan banyak rugi lainnya. Belum lagi rasa kecewa diri sendiri dan orang-orang yg selama ini mendukung kita. Justru dari situ, gue belajar untuk lebih menghargai kegagalan. Mungkin memang harus ada kegagalan dulu baru kita tau gimana sakitnya. Kegagalan masa lalu bukan lah sebagai sesuatu yg harus disedihin, tapi dijadiin motivasi supaya bidang yg kita tekuni sekarang nggak bernasib sama, supaya nggak berakhir dengan kegagalan juga.


--->>> Well, setiap orang pernah gagal. Tapi setiap orang punya kesempatan untuk merubah kegagalan jadi motivasi...

Move frequently


Return back to the Medan, a town which is full of challenges.
For me, Bandarlampung or Medan is the same, both of them has their own fun.. It's not about choosing my first or second home. But it's depend on how we can feel the situation. Isn't it? 

Time was running very fast. I still miss my family, actually. Along these days, I spend my time with them. And I'll need a longer time to get used without them again. Huh! Adaptation makes me bored. But the another thing that annoyed me is...packing! Yes, packing makes me busy. I feel like to be 'nomaden', because I have to move frequently like this :p What a destiny! 

My campus activities start on February 23rd, delayed a week than a predetermined time before. But it's ok I think. Because it means I'll have plenty of time to relax :D
Wah I just can't wait to have some plans with a lot of friends in Medan, while waiting for the new semester!

Si drummer ganteng

Post ini isinya bukan curhat. Tapi cerita tentang adek gue, Thomas, drummer masa depan.


Gue sempet bikin status BBM,
"Get well soon Thomas Erdyka Pragana ♥"
Dan komen beberapa orang salah tanggep,
"Ciyeeeeh Thomas Erdyka Pragana nih yee.." 

"Hah apaansih! Itu kan adek akuuuu..."

"Oalah, kirain pacar kamu"

-_____- 

Jadi si ganteng ini lagi sakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Sakitnya udah hampir seminggu, dan dia baru aja masuk rumah sakit kemaren. Di infus. Gue juga nggak tau apa dia se-parah itu kah sampe mesti rawat inap segala di RS. Secara dia cuma lemes-lemes doang kalo gue liat sih.
Udah jadi kebiasaan di keluarga gue, kalo ada yg sakit kita becandain,
"Ah lo sakit pura2 aja kan lo.. Akting doang! Bilang aja males sekolah. Bilang aja mau tidur seharian. Bilang aja lo cuma mau nonton, maen PS, bobok.. Iya kan iya kaaan?!"
Kesannya gue jadi saudara yg nggak tau diri gitu. Yaaaa gue tau sih kalo dia beneran sakit. Tapi udah biasa aja becandaan gitu. Jadi yg sakit paling nge-jawab,
"Yaaah, kan elo bongkar-bongkar rahasia gue aja deh. Jangan bilang-bilang Mami dong.."
Dst dst...
Kita bakal terus ngeledek Si Sakit sampe dia ngaku kalo dia nggak beneran sakit, tapi cuma manja doang minta perhatian. Hehehee..

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/267588_1735041670617_1675850990_1176708_3098589_n.jpg


Sakitnya dia, jadi ngingetin kalo gue dulu juga pernah kena DBD. Saat itu pas banget gue baru sehari masuk sekolah, anak baru pindahan, belum kenal siapa-siapa, masih asing sama lingkungan baru lah. Dan gue terpaksa nggak sekolah selama seminggu. Bayangin aja, anak baru pindah udah belagu berani-beranian pake nggak masuk segala! Jadi gue gelisaaah banget waktu itu, sakit-sakit juga masih mikirin sekolah aja.

Untungnya, gue sakit nggak sampe yg parah banget harus rawat inap gitu. Satu ramuan gue biar cepet sembuh: POCARI SWEAT!
Yes. Ini bukan iklan. Demi apapun, gue nggak dibayar sepeser juga sama pocari.
Nyokap gue nyuruh gue minum itu terussss. Kata temennya sih, bisa naekin trombosit darah. Jadi selama sakit, sehari tuh gue bisa minum 6-8 botol Pocari kali deh. Dan terbukti! Gue sembuh tanpa harus infus, tanpa harus rawat inap.. Magic!

Tapi resep ini kayaknya nggak berlaku buat Thomas. Lebay banget sampe rawat inap segala. Abis dia nya sih aneh-aneh aja. Disuruh minum Pocari ogah-ogahan. Makan sedikit. Dia memang suka bandel. Udah tau sakit itu ya tau diri kek! Daripada infus, kalo gue sih jauh lebih milih minum Pocari sampe kembung..


Dedicated to: Thomas Erdyka Pragana
Cepet sembuh ya Toooom ♥ Biar cepet kita maen bareng lagi!
XXX

Salty SALTer

Yesterday, February 8th 2012..
Had a fun event 'Salty SALTer Talkshow' at Sekolah Darma Bangsa (SDB) Hall.
It was held by SALT (SDB Alumni Troops) to show the college life to our juniors, the SMA students. At once, launched SALT as the community of SDB's alumni. So far, we only have 2 generations of alumni: 2010 and 2011. In the future we hope will be many more generations of SDB alumni, until the 100th :D Because we are the founder members of SDB. Yeah SDB is a young school..

The speakers: Ardhi Hiang Sawak and Moh.Iqbal Febriyanto


We're all in this together.
SDB...Smart...Dynamic...and Bright! :D

Big thanks to SDB  for support our event. That's why I always love SDB: No matter you are still their student or not, even you're already an alumni, SDB will always support you. Hugs :)
By the way, this is our first time wearing this SALT uniform.. There are 2 types: black and white. Both of them are so simple and casual.

Ah! Remember this Student Card, miss the school life..

Go to the podium. Together!

The 13th IMT-GT (Indonesia, Malaysia, Thailand - Growth Triangle) Varsity Carnival
November 24th - 30th, 2011
at Unimed, North Sumatera.. 
I know it's too late.. But I had been trying to collect these pictures.

I join tennis team again for USU. Played for double and single.. USU's women tennis team consist of 5 players, they are: Me (Dresiani Mareti), Winda Pradiastuti, Gina Radiana, Ayuni Nurul, and Nindya Caesy Aidita.
Previous post here

Maybe it will be boring, because you'll see too many photos :p Scroll down please..









It's a great experience to us. Play in the team is not the same as you join the individual tournament. In case, we all not only play for our self. But also for the team, in the name of campus, moreover for our country, Indonesia.. When we lost, it feels something like very disappointing.  Seriously. It's a very heavy burden.So we tried to do our best.

But finally, we are, the women team, got the 2nd place, that means got the silver medal. And the men team are the winner, means got the gold medal! We're totally rock!
So we go up to the podium together at the Closing Ceremony Night. Ahh soooo sweet :D




More pictures on my FB photo album..
Thanks for keep supporting Indonesian team :D