Who wants to be a public figure?

Saturday, June 23, 2012


Di era banyaknya media dan social network kayak sekarang, aneh rasanya kalo kita masih kayak katak dalam tempurung. Media-media itu bikin kita jadi lebih eksis di keseharian maupun dunia maya. Hari gini, ke-eksis-an itu penting banget.

Sebenernya gue ini bukan orang yg eksis eksis banget. Di lingkungan rumah gue nggak kenal sama banyak tetangga, di kampus juga gue nggak yakin senior-junior pada kenal gue, bahkan di antara orang-orang yg udah pernah mengenal gue aja gue masih nggak yakin mereka masih inget apa nggak sama gue. Gue ini terlalu pemalu sih, mau menyapa malu, mau terlalu eksis malu. Gue nggak suka eksis, tapi gue bakalan seneng kalo dikenal banyak orang. Aduh agak ribet yaa..

Oke ini kontras, kontras banget sama cita-cita sampingan gue yang mau jadi public figure. Harusnya sih untuk jadi public figure itu mestilah orang-orang yg berwawasan luas, supel, unik, luwes, dan punya koneksi temen yg banyaaaakk. Beda banget ama gue! Yes, gue ini adalah seorang mahasiswi kedokteran gigi biasa, yang mestinya berfokus sama bidang medis, atau paling nggak fokus jadi dokter gigi. Tapi gue nggak tahan untuk nggak bilang bahwa gue pengen jadi public figure nantinya. Apapun bentuknya itu!

Jaman sekarang, public figure itu bisa didefinisiin macem-macem. Jaman sekarang, nggak cuma aktris yg bisa disebut public figure, pelawak juga public figure, bahkan presenter, model, penyanyi, motivator, musikus, sutradara, atlet, chef, penulis, desainer, fashionista, traveler, illustrator, politikus, fotografer, ilmuwan, pesulap, promotor, dokter seksolog, dancer, penata rambut, jurnalis, pebisnis sukses, kritikus, bahkan orang-orang yg iseng lip-sync aja bisa tau tau jadi public figure! Bahkan juga orang yg awalnya  ketimpa musibah kayak Manohara aja bisa jadi public figure! Kayaknya dari semua jalur tuh bisa gitu ya menuju public figure. Nah, dari sekian banyak cara untuk jadi public figure itu, gue bertanya-tanya, masa sih satu aja nggak ada yg bisa gue raih? Satuuuu aja, please!

Kadang memang jalan hidup itu nggak sama kayak apa yg udah kita cita-citakan sih ya. Ada orang yg dari SMA udah punya tujuan jelas, mati-matian belajar untuk masuk PTN favorit, jurusan favorit, tapi nasib menentukan dia nggak masuk, jadi kuliah di universitas lain, masuk ke jurusan yg bener-bener diluar rencana, dan akhirnya profesi seumur hidup nya jadi jauh dari cita-cita awal.
Ada orang yg nggak punya tujuan hidup, luntang-lantung, mengalir gitu aja, ternyata malah jadi sumber inspirasi banyak orang. Ah, kenapa hidup ini selalu nggak bisa ketebak sih?


Tapi sekali lagi, kita boleh punya bermacem-macem cita-cita sampingan. Walaupun cuma cita-cita sampingan, paling nggak dengan gue mengungkapkan nya sekarang berarti ada rasa peduli gue sama cita-cita itu. Walaupun sampe sekarang gue belom punya cara dan belom pernah berusaha untuk mewujudkannya, seenggaknya alam bawah sadar gue bisa termotivasi untuk melakukannya suatu saat nanti, nggak tau kapan, berapa puluh tahun lagi, dan entah dengan cara apa. Jangan malu mengungkapkan~

Perihal bakalan terwujud atau nggak, ya itu urusan belakangan. Kalo memang kekabul ya baguslah, kalopun nggak kekabul, ya nggak masalah. Toh gue masih punya cita-cita utama yg harus gue wujudkan, jadi dokter gigi, amiiiin! Syukur-syukur kalo bisa kayak drg. Fadli, aktor sekaligus dokter gigi. Amiiin!

You Might Also Like

0 comments

Please kindly do leave the comment.. Thanks :)