That's called DESTINY

Monday, February 20, 2012


Belakangan gue sering bertanya-tanya sendiri. Kenapa gue begini, kenapa orang begitu.. Gue suka mengamati 'urban life', yg mungkin malah nambah-nambahin beban pikiran sendiri. Mikirin sesuatu yg nggak seharusnya kepikiran..
Urban life nggak jauh-jauh dari obrolan tentang keluarga. Gue percaya kalo semua makhluk di dunia ini bukannya terlahir secara kebetulan, tapi memang udah terencana.

Gue, anak pertama dari tiga bersaudara misalnya. Kenapa gue lahir lebih duluan daripada ke-2 adek gue? Karena gue yakin, memang itulah yg sesuai buat gue. Mungkin sifat bawaannya, gue orang yg kurang ajar sama kakak, maka itulah gue nggak dikaruniai seorang kakak pun. Bayangin kalo gue jadi anak bungsu yg punya kakak 9, dan ngelawan semua kakak gue, apa gue nggak akan dikucilin dari keluarga kalo kayak gitu? Pastinya gue akan jadi pendosa besar!
Mikir positif nya aja, mungkin gue lebih galak daripada adek-adek gue itu, jadi bisa merintah-merintah dan lebih disegani :p Atau mungkin juga gue bisa berjalan lebih 'lurus' untuk jadi teladan bagi mereka. Disamping didikan dari lingkungan juga yg berpengaruh besar.

*Kenapa kita terlahir di keluarga kita yg sekarang? Kenapa orangtua kita cerewet? Yakinlah, karena orang tua yg cerewet itulah yg memang sesuai dengan kepribadian kita, mungkin memang kitanya yg harus dicereweti dulu baru bertindak.
*Kenapa orangtua nggak bisa memenuhi segala kebutuhan gue? Karena kita diberi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri, tanpa harus minta terus sama orangtua.
*Kenapa orangtua memanjakan gue? Yakin aja itu sebagai bentuk perhatian dari orangtua, nggak jarang anak yg nggak bisa bermanja-manja sama orangtuanya, bahkan sangat kurang perhatian. Bukan kah seharusnya bersyukur punya orangtua yg bisa memanjakan?
*Kenapa gue  terlahir jelek? Ya terima nasib aja.. Masih banyak orang yg lebih jelek dan nyatanya mereka fine-fine aja sama keadaan itu.
*Kenapa gue jadi perempuan, bukannya laki-laki? Percaya deh bahwa menjadi perempuan memang karunia yg tepat buat lo, yg powerful, sebagai perempuan yg tangguh.
*dan berbagai pertanyaan 'kenapa' lainnya yg susah diungkapkan..

Secara pribadi, gue bangga terlahir di keluarga yg harmonis, saling menyayangi, berkecukupan, giat bekerja, nggak suka foya-foya, sadar akan ilmu pengetahuan, open minded, religius, peduli kesehatan, dan sejuta kebanggan lain. Dan gue yakin kita semua, bahkan orang-yg-bernasib-tersial-sejagad pun juga bangga dengan keluarga nya, seburuk apapun itu.
Orang terdekat, yg mencintai kita, yg bisa menerima kita apa adanya, yg menjadikan kita tumbuh dan berkembang lebih baik, orang-orang itulah yg disebut...keluarga!
"You don't choose your family. They are God's gift to you, as you are to them."
- Desmond Tutu -

You Might Also Like

2 comments

Please kindly do leave the comment.. Thanks :)