Happy end of year!

The last post in 2012, but I don't know what to write.. Hhahaha crazy!
Resolutions, maybe? Too bad to say that even I don't have any resolutions for next year. Yah, I just live in my reality, just let it be.

By the way, a little late to say Merry Christmas for Christian brothers and sisters!! Keep calm and enjoy the magical.. Although I'm not a Christian, but it doesn't matter if I always love The Christmas feel, right? This year I celebrate it with my campus friends, wore the dominant red outfit because Christmas should be cheerful!


Nowadays, I become more rarely update this blog and I'm sorry for that. Whereas now I'm still on holiday and have a lot of free time, but have no ideas to posting :(


My holiday is just xoxo. Hmmm oke, there's one time I spent the last saturday night in 2012 with my very best elementary school friend. We had a quality time, just two of us. Although it's already too long time no meet up, but we still have a lot of chat to talk. We are grow older and become two different persons now but still in one mission. Hahaha, best friend never die :D Unfortunately we didn't take any photos yesterday, ahh!

Happy holiday, universe! Have you had a plan for The New Year's eve?

Courageous Love

This is proof that December 21st, 2012 isn't the end of the world..



Courageous Love, a Taiwan's short movie.

The main female character is Chen Qiao En, and it's the reason why I believe that 21.12.12 isn't the end of our life! I always adore her acting and style. She is mature already, but still looks younger and cute. Although the story of this indie movie is very non sense, hahaha! But I love this movie overall.

"The doomsday only happens to people who can complain only !" 
C'mon guys, you're still on top of the world! Okayyyy, keep your spirit high!!!!

Contribution

Berawal dari sebuah karangan, berlanjut sampe jadi kontributor tetap.
Saat ini gue aktif mengisi kolom rubrik Tips & Trick untuk Cobra & Campus, sebuah tabloid mahasiswa kedokteran gigi berskala nasional terbitan Cobra Dental Supplier yg tersebar di kota-kota besar se-Indonesia dan ada cabang tokonya juga di beberapa kampus FKG.


Menjadi kontributor aktif berarti bekerja memenuhi deadline. Kebetulan gue udah kenal redaktur nya, Mas Tri yg asli orang Jojga, bahkan dari sebelum ide-nya memulai tabloid ini muncul. Sebelumnya dia memang udah jadi senior editor untuk majalah dental nasional gitu sih. Dan beberapa kali kita nge-bahas konsep pembuatan tabloid ini, sampe ke isi-isi nya. Jadi gue udah lumayan paham deh sistem kerja nya dia gimana, dan syukur-syukur bisa memenuhi deadline secara on time.

Sebenernya gue nggak gitu peduli tulisan itu berpengaruh ke honor atau nggak, karena tujuan awal gue berkontribusi bukan untuk itu, syukur kalo bisa jadi tambahan uang jajan. Ya, mungkin bisa dianggep ini sebagai bentuk kontribusi gue di bidang kedokteran gigi, berbagi tips dan trick yg kira-kira bermanfaat. Entah deh bermanfaat apa kagak, ngarang aja~ Hahaha :D Dengan mengambil topik dari apa yg selama ini dibutuhkan mahasiswa/i FKG, gue jadi sering mengamat-amati keadaan sekitar FKG, observasi langsung, wawancara terselubung sama orang yg bersangkutan, dan...browsing. Yah walaupun kadang suka mentok di ide juga sih.
Sekarang udah sampe edisi ke-4 di Bulan Desember. Suksesss! Mumpung masih dalam masa promosi, jangan ngaku mahasiswa/i FKG kalo belom baca tabloid ini~


Dapatkan di toko-toko Cobra Dental di FKG kamu!! (masih) gratisss :D

Garden Party

In the middle of the college's rushing, in a holidays, I took an amazing garden's photo shoot with these future dentists: Alfina Subiantoro and Arisma Dwita! They are both cool hijabers.

We didn't have any concept first for this photo shoot, then the idea comes up.. GARDEN PARTY!! Sounds fun yeah.. Remembering that we never did it before~



We brought so many properties and stuffs! Some peoples were looking at us, but we didn't care~ Then we end the photo shoot with lunch together that day! Nice fun with you, girls..

Hopeless

"You'll never know what you'll gonna do until something happens to you..." 
Beberapa kejadian tak terduga, terjadi diluar dugaan...


Sama kayak 2 tahun belakangan, gue lolos lagi jadi pemain tim tennis mewakili USU di IMT-GT (Indonesia Malaysia Thailand - Growth Triangle), 29 November - 5 Desember 2012. Udah fix daftar pemain ini, udah latihan tiap hari, udah atur strategi, udah segala macem.. Dan tiba-tiba adaaaa aja masalah bermunculan.
Mulai dari yg jadwal nya bentrok sama ujian blok. Gila, gue ujian tanggal 29 November - 4 Desember! Gimana nggak kalang-kabut mikirinnya.. Bentrokan jadwal itu memang bikpal banget deh pokoknya.

Gue inget jaman dulu antara sekolah dan tennis sering terjadi bentrokan jadwal juga. Bahkan yg paling nyakit itu...turnamen Pekan Olahraga Kota yg bentrok sama hari kelulusan. Bayangin! Jadi pas selesai di wisuda gitu, gue langsung cabut ke lapangan tenis dan tanding. Gue bahkan rela melewatkan moment dimana temen-temen satu sekolah gue pada konvoi sambil corat-coret seragam. Kelulusan SMA, bayangin itu moment sekali seumur hidup, dan gue nggak pernah ngerasain, dibela-belain demi sebuah PORKOT! Sediiiihhh, yanasip. Tapi gue nggak begitu kecewa, karena pada akhirnya gue dapet juara yg lumayan di PORKOT itu.

Sekarang bentrokan kayak gitu terjadi lagi. Di satu sisi, gue nggak mau nilai blok gue jadi kosong dan IP jadi turun drastis cuma gara-gara nggak ikut ujian. Tapi mau ngelepas ikutan tanding juga gue nggak rela :( Ngerti lah ya.. Apalagi gue yg diposisikan sebagai pemain double, dan sangat sangat diharapkan keberhasilannya di IMT-GT tahun ini, mau ngebatalin berangkat kan juga nggak enak dong sama tim. Walaupun sebenernya coach udah mengikhlaskan sih kalopun gue nggak jadi ikut,
"Kamu jauh-jauh di Medan ini buat jadi dokter gigi, Dres. Bukan buat jadi petenis.."
Bener sih yg dibilang coach.. Tapi IMT-GT tuh setahun sekali, di luar negara pula! Maklum sih gue kan atlet gadungan se-level kampus doang -__- Kapan lagi gue dapet kesempatan tanding ke luar negara?!! Lagipula tiket udah pada dipesen, dan kalo gue beneran nggak jadi ikut, tiketnya mubazir dong, dan udah pasti gue jadi blacklist buat tahun-tahun berikutnya. Hopeless~


Sampe akhirnya keluar surat dispen, dan setelah izin sana-sini dari rektorat, dari dekan, dari bagian pendidikan, dari ketua blok, dan segala keribetan lain, mereka mengijinkan gue loh untuk ujian susulan. Huahhh  gue langsung lega banget lepas dari masalah satu ini.

Tapi seminggu yg lalu, masalah mucul lagi.. Dengkul gue mengalami cedera, di persendian lagi! Selamat! Ini sih tanda-tanda beneran nggak jadi bisa pergi kayaknya :( Gue nggak perlu ngejelasin kenapa bisa cedera, karena sebenernya sebabnya tuh sepele banget, banget!
Dan begitu gue ke tukang pijet, dia bilang gue baru boleh berolahraga lagi setelah masa pemulihan sampe 3 bulan kedepan. Jadilah dengkul gue diperban.. Bayangin brooh, 3 BULAN!! Yakali, cedera nya Ronaldo aja lewat deh~ Gue sendiri juga nggak percaya hal ini bisa terjadi. Entah ini anugerah Tuhan supaya gue nggak ikutan IMT-GT dan fokus jadi dokter gigi aja, ataukah musibah terkutuk. Yg jelas musibah ini nusuk banget, sampe ke relung hati.. Aahh, gue udah hopeless banget sebenernya!

Serius, cedera ini butuh deadline! Gue nggak mau berlama-lama cedera karena gue beneran pengen ikutan pertandingan ini. Gue bakal liat sampe kapan ini cedera. Kalopun gue memang nggak pulih sampe minggu depan, ya udah deh gue ikhlas. Gue rela nggak jadi berangkat, mungkin artinya gue memang harus ikut ujian blok dan fokus jadi dokter gigi aja~
Seenggaknya ini jadi pelajaran buat gue, kalo akademik dan non-akademik itu memang susah dijadiin balance. Salah satu memang harus dipilih, harus ada yg dikorbankan. Kayak yg dibilang nyokap,
"Cece kan udah gede, udah bisa lah mutusin mana yg terbaik.. Jadi pergi atau nggak ya terserah cece aja. Tapi kalo memang nggak bisa yaudah jangan dipaksain... "
- Perempuan paling ngertiin sedunia, Mom! -

L’invitation au Voyage

I'm falling in love with Louis Vuitton's latest campaign..
Not only because of the photography and video that really stunning in this campaign, but also their concept! This advertising is so unusual and out of the box, with a touch of arts definitely.
"L'INVITATION AU VOYAGE"
This campaign showcases the label’s Speedy Monogram Empreinte bag with a series of gorgeous images and video.
Captured by Inez van Lamsweerde & Vinoodh Matadin.
Location: The Louvre, Paris (one of the world’s most famous museums!)
Talent: Arizona Muse

louis vuitton5 Arizona Muse Takes Flight for Louis Vuittons L’invitation au Voyage Campaign by Inez & Vinoodhlouis vuitton4 Arizona Muse Takes Flight for Louis Vuittons L’invitation au Voyage Campaign by Inez & Vinoodh
louis vuitton3 Arizona Muse Takes Flight for Louis Vuittons L’invitation au Voyage Campaign by Inez & Vinoodh
louis vuitton2 Arizona Muse Takes Flight for Louis Vuittons L’invitation au Voyage Campaign by Inez & Vinoodh
louis vuitton1 Arizona Muse Takes Flight for Louis Vuittons L’invitation au Voyage Campaign by Inez & Vinoodhlouis vuitton6 Arizona Muse Takes Flight for Louis Vuittons L’invitation au Voyage Campaign by Inez & Vinoodh




The model, Arizona Muse, looks so sensual there. With her pose in the flying balloon, rising above the Cour Carrée makes it amazing!
What an eye-catching hot air balloon! Who is not excited to travel with it?

Simpel simpel susah

Kata orangtua jaman dulu, milih-milih teman itu nggak baik, kita harus mau berteman dengan siapaaaa aja. Yakin tuh bener? Yakin mau berteman dengan 'siapa' aja?

Sebenernya memang boleh aja sih kita berteman dengan siapa aja, tapi bukannya nggak milih juga kali ya. Memangnya kita mau berteman dengan orang-orang yg punya status kriminal buruk? Jangankan sama kriminal ya, sama temen yg egois, yg songong, dan nggak asik diajak seru-seruan aja kadang kita males juga~

Kayaknya udah nggak aneh lagi kalo dilihat dari gaya pertemanan, kita cenderung mencari teman yg se-level dengan kita. Se-level disini maksudnya variatif, bukan cuma dinilai dari tingkat sosio-ekonomi, tapi juga pendidikan, profesi/jabatan, suku, dan pastinya status. Hal ini memang nggak bisa dipungkiri dan bukanlah suatu dosa juga. Karena secara keseluruhan, teman yg se-level itu lah yg memang paling cocok dengan kita.

Misalnya nih kita seorang pelajar yg biasa-biasa aja. Pasti agak susah juga sih untuk bergaul sama orang-orang yg levelnya jauh diatas, kayak putra-putri kerajaan yg katanya nggak boleh sembarangan pergi. Kalopun pergi mesti dikawal body guard! Gaya bersekolah aja udah beda, kita sekolah rame-rame, dia nya home-schooling. Kalo kita biasa hangout ke mall, dia mah hangout nya ke luar negeri~
Atau misalnya kita mau berteman sama yg levelnya dibawah, contoh sama loper koran. Kan susah juga yah buat menyamakan prinsip. Mau diajak hangout ke mall, kasian juga nanti uang yg udah dia kumpulin untuk masa depannya malah abis buat makan di mall dan berat di ongkos. Masa mau kita yg nraktir mulu atau antar-jemput? Yah, kita juga nggak mau kan jadi merasa dimanfaatkan.
Lokasi rumah juga udah pasti jauh beda, anak kerajaan tinggal di istana, pelajar biasa tinggal di kota, dan loper koran tinggal di perkampungan. Gimana mau sering-sering ketemuan?

Nah karena ribetnya bergaul dengan orang-orang yg levelnya diatas atau dibawah kita itulah, maka ada yg namanya strata sosial, dimana kita memang lebih nyaman berada di kasta kita sendiri tanpa mencoba ngelewatin batas kasta yg lain.
Bahkan dalam status pelajar 'biasa' itu sendiri pun juga pasti ada pengelompokan. Dimana orang-orang borju yg hobinya keluyuran nggak bakal betah berteman dengan para kutu buku. Entar kalo si borju mau minta ditemenin shopping atau clubbing, si kutu buku nggak mau nemenin dengan alasan itu nggak bermanfaat. Atau kalo si kutu buku ngajak belajar bareng, si borju pasti merasa boring.
Dan kalopun seandainya mereka bisa jadi teman. Mungkin awalnya bisa lah ngalah-ngalah dikit. Si kutu buku ikutan shopping dan clubbing, dan si borju ikutan belajar bareng. Tapiii, mau sampe kapan sih nge-respek temen tanpa ngikutin kata hati sendiri? Yakin si kutu buku itu nggak malu-maluin gayanya kalo diajak clubbing? Yakin si borju seriusan mau belajar? Kalo emang nggak suka, ya ngapain sih ikut-ikutan temen, lakukan yg kita suka aja. Masa gara-gara temen kita jadi berubah?
Nah itu artinya ya mereka emang nggak jodoh sebagai teman. Nggak perlu dipaksain. Solusinya...si borju bertemanlah dengan sesama borju, dan si kutu buku bertemanlah dengan sesama kutu buku. Selesai deh masalah!


Itu cuma salah satu contoh dari sekian banyak persoalan di dunia ini. Dan tentang gimana status pertemanan itu sendiri bisa awet, sebaiknya jadilah dan carilah teman yg sama-sama tau diri. Kita tau dimana strata kita, dan mencari teman yg sederajat..malah kalo bisa dengan sifat dan prinsip yg hampir mirip! Yang paling penting, carilah temen yg bijaksana, yg bisa menempatkan diri dengan sesuai. Berteman itu adalah hiburan sebagai makhluk sosial, bukan untuk sombong, bukan untuk nambah-nambahin konflik. Se-simpel itu, tapi susah ditemukan. Begitulah, mencari teman memang simpel-simpel-susah. Selamat mencari deh!

The Walking Death Lady

Boo!! Halloween is the most unwanted annual event..
Unfortunately, this year me and friends haven't attended The Halloween Party because of many reasons :( Huahhh, however next year we must have the party back!

Hmmm, let us not partying, but the styled must go on! Hahaha.. I always use Halloween as the venue to rise the creativity and show up. So, I doing make-up by myself alone, just to get the photo.




Spookbook2_splash


I play with the black colour because Halloween is identical to the darkness..
This dress is a maxi dress actually, but I cut the inner dress out, layered by the transparent material. Hahaa :D Hair do and make up by myself. So simple but get the impression :)

Happy Halloween whatever you are!!!

Hopeng!

Temen yg cocok aja sama kita itu banyak, tapi dapet temen/sahabat yg cocok banget itu yg susyeee~
Gue perlu mengekspos satu-satunya temen gue yg bener-bener hopeng, sebut aja nama nya Bunga. Si Bunga ini bukan temen seumuran, bukan temen satu sekolah, bukan juga temen les. Pertemuan persahabatan kita memang rada aneh, mengingat banyaknya orang yg terlibat disini.

Jadi cerita nya dulu tuh adek perempuan gue, Like, punya temen les privat dari TK, laki-laki, sebut aja namanya Daun, dan bisa dibilang rumah kita lumayan deket. Ngerti dong ya kalo les privat kan biasanya di rumah-rumah murid gitu. Jadi udah biasa deh antara adek gue yg les di rumahnya Daun atau kadang dia yg les di rumah kami.
Nah, suatu saat nyokap gue tau kalo dia beragama Buddha, tapi nggak pernah ke vihara. Tanpa bermaksud maksa, nyokap gue ngajakin lah si Daun ini untuk ikutan sekolah minggu Buddhis bareng adek gue. Eh nggak disangka dia langsung mau aja. Sampe setiap minggu tuh dia selalu ikuuut terus sekolah minggu di vihara, bahkan beberapa lama kemudian seluruh keluarga nya mulai dari bokap-nyokap-abang-kakak-tante-sepupu nya juga ikutan tiap minggu ke vihara!! Pokoknya jadi pada aktif di vihara dan menjadi Buddhis yg taat.

Dari situ lah keluarga kita mulai akrab. Dari orangtua sampe ke anak-anaknya juga. Keluarga dia memang baeeek banget deh. Kebetulan sih salah satu anak laki-laki dari keluarga ini temen gue juga dari TK. Jadi ringkas nya gini, gue dan abang nya Daun itu temen sekolah, Like dan Daun juga temen sekolah, dan karena rumah kita nggak jauh jadi bisa dibilang tetangga juga. Bahkan sempet katanya salah satu diantara kita mau dijodoh-jodohin sama para orangtua itu, hmmm oke ini gila kan?!! Untungnya diantara kami anak-anak ini nggak ada chemistry apa-apa.. Huaahh.

Kok ceritanya jadi kemana-mana sih ya, padahal kan gue mau nyeritain si Bunga.. Yah jadi begitulah awal pertemuan kita sampe bawa-bawa keluarga segala!
Nah Bunga ini adalah satu-satunya anak perempuan di keluarga itu, tepatnya dia kakaknya si Daun. Bunga 2 tahun lebih muda daripada gue, dan dua tahun juga diatas Like. Dan entah kenapa, gue sama Bunga malah jadi klop banget. Gue sama dia dulu sering sama-sama aktif di organisasi Buddhis, dan kebetulan juga dia jadi junior gue di sekolah.

Yg asik nya dari Bunga ini adalah...dia cewek pecicilan, yah sebelas duabelas lah sama gue. Kita suka ngeluh bareng, bete bareng, suka nggak pedulian, mengkritik ini-itu tentang organisasi yg kita ikutin, flirting cowok kece secara selera 'cowok' kita tuh sama, narsis bareng, ngegosip tentang sekolahan bareng, terus abis itu ketawa-ketawa bareng kalo udah ngomongin hal-hal yg kita rasa nggak becus. Kita memang bukan tipe cewek yg suka duduk diam dan mentaati peraturan-peraturan organisasi. Kita juga bukan orang yg loyal-loyal banget sama organisasi, cuma pengen have fun aja.
Percaya deh kalo kita lagi bete dan punya temen untuk ber-bete-bete-an bareng, pasti bete itu terasa lebih indah. Karena pasti jadinya malah ngeluh dan ngegosip bareng, jadi nggak bete lagi. Hahaha :D


Sayangnya setelah gue kuliah dan merantau ke luar kota, terus dua tahun kemudian dia juga udah jadi mahasiswi dan merantau ke luar kota yg berbeda, kita jadi jauuuh dan jarang ketemu. Masih se-akrab dulu dan tetep berhubungan dgn memanfaatkan alat-alat komunikasi yg ada sekarang ini. Pas ketemu liburan, gue sama dia nggak pernah keabisan bahan obrolan walaupun udah lama nggak tatap muka.
Gue sering ikut keluarga dia pas liburan kemana, dan dia juga sering ikut jalan bareng keluarga gue. Memang deh, temen kayak dia tuh nggak ada dua nya!
Disini, dimana pun gue cari temen se-pecicilan itu, baik di kampus, organisasi, maupun vihara tetep aja nggak nemu yg kayak dia. Yah, mungkin faktor umur juga ya. Kalo dulu kita ketemu masih sama-sama ABG, masih bisa se-bandel itu. Seiring bertambahnya kedewasaan, nyari temen yg masih pecicilan di umur segini tuh kayak nyari jarum di tumpukan jerami! Sekarang mah semua orang jaga imej~ girl's problem banget yaa, maklum dewasa muda..

Yah gue cuma bisa berharap kalo pun nanti umur dan jarak yg merintangi persahabatan, gue sama Bunga masih jadi dua makhluk pecicilan yg hopengan bahkan bisa ketemu lagi di kelahiran selanjutnya. Amin!

Modal Prinsip

“Di negeri yang keranjingan simbol ini prinsip dan identitas sering berarti bendera berwarna, spanduk atawa pengeras suara”
- Bambang Sugiharto -
Sebenernya pada ngerti nggak sih tentang pentingnya untuk nggak mengumbar prinsip hidup ke orang banyak? Yah, supaya kalopun suatu saat kita melenceng dari prinsip itu, nggak perlu  takut ketahuan karena nggak banyak orang yg tau.

Contoh deh, lo punya prinsip untuk jadi orang yg idealis, lo berprinsip kalo lo cinta produk dalam negeri. Sangking idealisnya nggak mau beli produk luar. Tapi, pada saat tertentu lo ngeliat suatu produk dan naksir berat, tapi produk itu belum ada dijual di pasaran dalam negeri, akhirnya lo jadi beli produk luar juga. Nah, gimana coba? Padahal kan lo udah berprinsip..

Atau kalo lo berprinsip untuk mencari pasangan hidup se-iman, se-bangsa, se-ras, dan nggak akan nikah kalo enggak dapet yg kayak gitu. Tapi akhirnya jodoh berkata lain, pasangan hidup lo ternyata dari negara yg berbeda, keyakinan yg berbeda.. Jadi, gimana dong menjelaskannya kepada orang-orang yg udah tau prinsip lo itu?

Dan masalah nya pasti nggak cuma karena lo melanggar prinsip aja, gimana orang banyak akan menilai lo? Satu-satunya cara ya mungkin dengan menyembunyikan itu. Lo pasti akan berusaha untuk beli secara ngumpet-ngumpet atau nikah diem-diem biar nggak ketahuan orang. Ribet kan? Tapi itu cuma sekedar contoh doang loh ya..

Berdasarkan keribetan itulah, gue pantang mengumbar prinsip-prinsip penting dalam hidup. Yah kalo sekedar cita-cita sih oke aja, toh gue juga nggak pernah malu kalo memang cita-cita gue nggak kesampaian. Itung-itung motivasi hidup~
Kita masih muda, mameen! Bisa aja kan suatu saat prinsip itu berubah lagi sesuai jalan kehidupan.
Prinsip itu privacy. Dan memang udah seharusnya dijaga banget supaya cuma diri sendiri aja yg tau. Jadi kalo sekarang ada temen-temen di sekitar kita yg heboh mengumbar prinsip hidup nya, we'll see, sekuat apa dia megang tuh prinsip :D #nyinyir

Charming Uncle Sam

Maybe I should blame myself why too adore with American Flag pattern, whereas I'm Indonesian. Stars and stripes are mixed accordingly. The colours (red, white and blue) are match! Everytime I see all about 'Uncle Sam' patterns, my heart was beat faster. Hahaha!
I also love UK's flag pattern, but American still better. And someday I wish I could go there! Aaah it is everyone's dream, right?

How I love these stuffs.. Bed-sets, miniature guitar, and my blackberry garskin! Wanna add more to my collection.

Uncle SAAAAM, I heart youuuuuu!!!


By the way, I decided to colouring my nail. Actually I always coloring my toenails, but rarely colored my fingernails. It seems that my nails aren't bright if it just uncoloured, and I feel weird. It's too natural I think, there's no art inside. Hahaa :D
I made my nail-art by myself. So, how do you think when you see my nail? Pretty enough?

Exquisite patterns, beautiful philosophy!

Batik is our traditional identity beside of songket, tenun, tapis, ulos, and many other fabrics..Yes, we  are Indonesians have to be proud of our multi-cultural things.
Because of  I have the exam today in my campus and should wear the uncool black and white outfit. That's why I can't wear batik, so forgive me for posting my outfit from last year.. Hehee :D
Happy Batik Day, Indonesians!!
Keep your spirit high! Because nationalism is attitude, not just the attribute..
"Exquisite patterns, beautiful philosophy!" - What I Wear.com -


Cerdas cantik dan kuli!

http://www.paulcomptondesign.com/images/enlargements/cosmetic_dentistry_art.jpg

I'll kill everyone who said that dentistry only study about the teeth.
We must work like a porter and write the medical journal.. Imagine that we need to design the restoration of teeth as good as the original one in a tiny people's mouth!!
Siapa bilang jadi dokter gigi itu enak?
Siapa suruh mau aja kuliah di jurusan kedokteran gigi?


Gue nggak pernah ngebayangin sebelumnya ternyata kuliah kedokteran gigi sebegitu ribet nya..
Bayangin dari awal gue mesti nyari gigi utuh dari puskesmas-puskesmas ke rumah sakit-rumah sakit sampe ke praktek-praktek dokter gigi! Belanja-belanji instrumen yg mahalnya mencekik dompet. Juga sistem pengerjaan gigi gigi itu yg..eyeuuhh! Ini merupakan suatu pekerjaan yg lumayan kotor. Udah ngeluarin biaya banyak aja masih ditambah mesti ribet coba. Ah hidup ini memang kebanyakan penderitaan..

Gue nggak nyesel sih, gue cuma hopeless. Kadang tuh gue kepikiran untuk punya pekerjaan sampingan yg seru seru. Pengen ikutan kompetisi ini-itu biar dapet beasiswa belajar ini-itu juga. Entah itu desain, seni peran, olahraga, manajemen, wirausaha, pelatihan guru, atau bidang apapun lah yg beda dari profesi kedokteran gigi. Maksudnya biar gue punya skill cadangan gitu.. Kita nggak pernah tau kan bidang apa nantinya yg bakal lebih menghasilkan sebagai pegangan hidup.
Semacam partner in crime nya detektif kondang Sherlock Holmes, dr.Watson. Salut banget sama dokter mantan militer yg tulisan-tulisan nya menarik itu, jiwa detektif nya dapet, jiwa petualangnya dapet! Multi talented banget lah. Jauuuh sama gue~ Kalo gue sih bukannya multi talent tapi multi personality deh kayaknya, abis labil banget sih punya cita-cita kok kebanyakan omong doang -__-

Tapi kayaknya memang nggak ada kerjaan sampingan santai yg sesuai sama profesi dokter gigi kalo kayak gini caranya. Dan pas salah seorang temen gue berkomentar,
"Dress, Dress, perasaan tampang mu kok sama aja ya mau lagi happy ataupun stress.. Coba dong akting sedih dulu sekaliiii aja!"
Dan saat itulah gue sadar bahwa cita-cita gue untuk jadi aktris pun gagal :( Aahhh tega banget dia mengandaskan cita-cita seorang penerus bangsa seperti gue~ *lebeeeh*
Yaudahlah terima aja ya naseeep!


Mungkin bener apa yg dibilang sama novelis Andrea Hirata,
"Dokter gigi adalah perpaduan yg sempurna antara kecerdasan, kecantikan, keperkasaan dan tenaga seperti kuli.."
Harusnya itu quote ditambah satu kata lagi: Seni!
Ya kalo memang se-keren itu kedengerannya, nggak nyesel deh gue jadi dokter gigi :D

Tattoo-an bertiga!

I love how artistic body art is!
Tattoo memang selalu jadi pro dan kontra, tapi dari dulu gue selalu berada di kubu pro. Gue menganggap kreasi tattoo itu keren banget. Mungkin terkesan berandalan, tapi yakin deh, gue salah satu orang baik-baik yang suka dengan tattoo.

Entah kenapa kepercayaan diri gue meningkat drastis kalo lagi pake tattoo, walaupun cuma temporary. Lagian gue juga nggak gitu berminat sih bikin tattoo permanen, entar takutnya nyesel sendiri dan bokap-nyokap gue pastilah nggak ngebolehin.


Untungnya gue punya adek-adek yg juga fashionable dan sepemikiran sama kayak gue. Dan untungnya lagi, adek-adek gue ini sangat kece dan gaul. Jadi nggak malu-maluin buat diajak jalan bareng.
Coba tebak deh berapa umur mereka! Si Like 15 tahun,dan Thomas baru 13 tahun... Yah umur kita memang beda jauuuuhh, tapi rasanya nggak jadi masalah. Beneran, kita bertiga tuh nyambung banget! Kesannya kita bertiga itu kayak temen seumuran aja. Kita sering hang out bareng, belanja bareng, hunting foto bareng, sampe pake tattoo bareng! So sweet <3 br="br">

Nggak ada temen hang out yang lebih seru selain saudara sekandung..

Pergaulan Kampus

Gue suka banyak bergaul sebenernya. Tapi tergantung mood juga sih.. Gue ini kayak masih labil, kadang suka seru-seruan dan ngeksis, kadang jadi kuper yg beneran culun. Bukan mau gue kayak gitu, tapi itu pengaruh mood.

Beberapa temen kampus mungkin heran kenapa gue nggak gabung di kepanitian ospek tahun ini, secara katanya kan gue suka tuh mondar-mandir di kampus. Errr, memang sebegitunya ya pandangan orang-orang ke gue? Memangnya seberapa sering sih gue mondar-mandir di kampus? Memangnya kalo nggak ada tujuan dikira gue mau apa mondar-mandir nggak jelas? Gilaaa kali -___-
 Kalo pun gue memang sering mondar-mandir dan suka gabung kepanitiaan ini itu, ya itu karena gue lagi pengen sibuk. Sayangnya, untuk saat saat ini gue lagi pengen nyantai aja..

Masalahnya, gue nggak melihat tuh apa manfaatnya ospek itu. Perkenalan? Atau sekedar budaya? Yah sekarang sih kalo nggak demi masa depan, gue rada males ngerjain ini-itu. Capek dong! Kalo cuma demi ke-eksis-an doang, ah makasih deh, nggak perlu kerja capek-capek juga gw ngerasa udah sangat eksis tuh~

Mana coba manfaat gue ikut ospek dulu? Nggak ada! Bahkan sampe sekarang gue masih bingung deh sama status gue di kampus, sebenernya sama junior dan senior itu hubungan gue gimana sih?  Sebenernya kita ini saling kenal nggak sih ya? Kadang ya negor gitu-gitu doang, tapi mau ngobrol juga gue nggak ada bahan obrolan. Jadi deh cuma asal cengar-cengir setiap ketemu junior atau senior yg cuma tau nama doang. Kadang gue mikir sebodo amat selama masih kenal temen-temen seangkatan. Tapi ya tetep aja risih, secara di kampus ini gue nggak cuma butuh kenal temen seangkatan doang, tapi harusnya sama senior-junior juga. Gue yakin kok banyak orang di kampus tau nama gue, tapi nggak bener-bener kenal sama gue. Nah, gue nggak tau deh apakah ini yg dinamakan eksis atau culun -__-

Dulu pas ospek juga gue nggak mau nurut-nurut banget ama senior. Gue selalu punya cara ngebangkang. Disuruh bawa yg macem-macem, gue nggak pernah bawa. Capek banget udah di-ospek dari pagi-sore, terus disuruh nyari yg macem-macem lagi, ngerepotin orang banget kan! Ih, ogah lah yaa~. Disuruh dateng pagi, gue dateng siang telat telat. Males gila dateng jam 6 pagi! Tinggal siapain aja satu alesan apa kek yg masuk akal. Bohong juga nggak ketahuan. Apasih hukumannya? Paling cuma dibentak-bentak atau disuruh lari. Yaelah, nggak ngefek banget sama gue deh. Maka itu gue jadi males di-ospek dan ng-ospekin orang.. Paling ya liat-liat bentar lah biar tau perkembangan kampus.


Bukannya gue nggak ngedukung program ospek kok, dan bukannya gue ngajarin para maba buat ngebangkang senior. Tapi menurut gue, setiap kegiatan yg kita ikuti itu harusnya memberikan pengalaman yg berbeda-beda. Dan kayak yg udah gue ceritain di atas, bagi gue ospek itu kurang ngefek. Jadi, kalo gue udah tau apa manfaat yg bakal gue dapet di ospek itu, buat apa lagi gue capek-capek ngikutinnya dari pagi sampe sore? Mending gue bersantai di rumah, toh pengalamannya juga nggak jauh beda dari tahun-tahun sebelumnya. Iya nggak sih~

Sorry gue memang mahasiswi tukang ngebangkang. Mungkin gue terlalu malu menghadapi kenyataan kalo-kalo ada maba yg bertingkah sama kayak gue dulu. Di satu sisi, gue bangga karena ada penerus, di sisi lain gue nggak seneng karena gue di posisi senior yg merasa dilawan. Dan mungkin karena ketidakbertanggungjawaban gue inilah, gue berani ngambil keputusan untuk nggak ikut di kepanitiaan. Hahahaa!!
Sukses untuk para mahasiswa/i baru 2012!! Dan temen-temen FKG 2010 yg lagi jadi senior OSPEK :)
*No offense.
INSTAGRAM