'Limpul' Gaul


Masing-masing daerah itu punya ciri khas. Perbedaan ciri khas itu biasa, beda bahasa itu biasa, culture shock juga biasa. Yang nggak biasa itu kalo orang menghadapi culture shock, terus maksa banget berubah biar diterima di lingkungan baru. Nggak segitu nya juga kali, disesuaiin aja pelan-pelan.


Keliatannya nyokap gue harus mulai terbiasa sama bahasa-bahasa gaul di Medan. Kemaren pas beli perabotan,
Mami (M) : Ini AC berapa watt, bang?
Abang toko (AT) : Enam ratus limpul, bu..
M : Hah? Enam ratus apa?
AT : Limpul..
M : ????
Buat yg nggak ngerti juga, 'limpul' itu berarti lima puluh. Jadi maksud si abang toko itu AC nya berdaya 650 Watt. Mungkin karena kepanjangan kali ya, jadi disingkat-singkat gitu ngomongnya :D

Kayak gue dulu pas pertama dateng, juga sempet dongdong sama penggunaan kata-kata disini.
"Dek, kau kutip dulu lah sampah itu!"

Tadinya gue mikir kalo kutip maksudnya apa dikasih tanda kutip kayak gini “”. Tapi ya logika aja, masa iya?! Ternyata gue baru nyambung kalo maksud dari kata ‘kutip’ disini adalah ‘pungut’. Hahaha, jauh yaa?


Dan banyak lagi laennya, dari yg normal ke yg aneh. Tapi lagi males ah gue ngejelasinnya disini. Beli kamus medan aja deh kalo gitu. Butuh.

Move Out!

conceptual: Rikki Riswansyah
model: Rikki Riswansyah
fotographer: boim BOBUZ
editing: Rikki Riswansyah
grafitty: Rizza
Gue resmi pindah tempat tinggal mulai sabtu kemaren. Mulai sekarang, gue nggak tinggal sendirian lagi, karena ada tante gue yg bakal nemenin selama gue di Medan. Yah, better than alone. Seenggaknya juga sekarang kontrakan gue jauh lebih keren daripada kost yg dulu.

Mami gue lagi di Medan sekarang, ngunjungin gue, nyariin tempat kontrakan, ngisi perabot, dan bantu beres-beres rumah baru. Sebenernya pengen sih gue ngajak mami gue jalan-jalan kemanaaaa gitu. Tapi ya lagi ribet-ribetnya gini, ntaran aja deh. Lain waktu kan masih bisa. Prioritas ngebenahin rumah dulu.

Ohya, masih inget postingan gue dulu tentang tempat kost gue? Bisa diliat disini nih.



Ya, Horniman House, selamat tinggal deh udah! Gimana jorok nya gue masih ngebekas kali ya disitu. Ha ha ha, sumpah deh selama tinggal disitu gue tuh jorok banget agaknya. Tapi bukan sepenuh nya salah gue sih, gue jorok kan gara-gara kamar kos nya juga emang agak lembab gimana gitu deh. Jadi kadang walau udah dibersihin, kotor lagi terus-terusan. Kan orang jadi males!

Contohnya baju-baju gue yg udah lama nggak dipake di dalem lemari itu jadi jamuran lah, bau apek, mana laundry nya bikin baju putih jadi kuning. Terus juga WC nya yg nggak banget, bau nya semerbak boo! Bocor dimana-mana, debu, sarang laba-laba, jamur. Wah asli parah bener tuh! Temen-temen yg udah pernah nginep di kost-an gue itu tau deh seberapa parahnya gue dan kost-an itu.

Kemaren, sehari sebelum pindahan, gue sempet pamit sama anak-anak kost yg laennya, anak-anak Malaysia itu. Gue dikasih coklat, permen, wah macem-macem. Padahal kan kebalik ya? Bukannya harusnya gue yg mau pindah yg ngasih? Hahaha, biar aja lah.

Selama ini emang gue nggak gitu akrab sih sama mereka. Kesannya agak individual gitu. Bahkan nama mereka, satu pun nggak ada yg gue inget. Hhaha, abis nama yg berbau India-india gitu susah banget sih gue hapal. Jadi biasa nya gue cuma manggil 'Kak' atau 'Bang' gitu aja. Tapi gimana pun, walau cuma sekedar kenal gitu aja kan tetep ada kesannya juga. Mereka cukup baik kok selama ini.

Kalo gue lagi keabisan air minum, terus abang-abang penjual air galon nya belom dateng, gue sering minta sumbangan air minum ke kost-kost tetangga. Mereka ngasih, dengan senang hati malah!
Atau kalo gue lagi perlu teks book kedokteran umum, kadang kan males beli tuh. (Abis dipikir, ngapain sih gue beli kalo pake nya juga cuma bentaran doang? Mubazir.) Yaudah, gue sering minjem buku sama mereka juga yg sebagian besar itu mahasiswa/i FK.
Juga kalo gue lagi foto-foto sendirian di depan kost, ada beberapa orang yg nawarin bantuan buat motoin.

Kadang gue juga suka sebel sama mereka sih. Mereka tuh sering banget berisik malem-malem. Nyetel lagu India keras-keras, ketawa-tiwi tengah malem. Bayangin aja gue lagi enak tidur, jadi kebangun gara-gara ngedenger cekikikannya mereka! Mau belajar juga kadang jadi nggak konsen.
Tapi secara keseluruhan, kayaknya gue deh yg banyak ngutang bantuan ama mereka. Hehehe :p

Akhirnya, gue meninggalkan kost dengan souvenir sarang laba-laba dan westafel bocor!
Salah gue?

Have a 'BLAST'



Got lucky, won the free invitation of 'BLAST' concert from twitter quiz. It's a launching party of Djarum Super Mild. Held simultaneously in 7 Indonesian's big cities: Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, and Bali. #MLDBlast



October 14th, 2011.
07.30 pm.
at Selecta Building, Medan.
Dress code : White
Guest stars: Rhomedal Aquino, Lyla, The Virgin, Thalita Latief, DJ Milinka





Rhomedal Aquino, Magician


Lyla! Got freeze to see Indra 'Naga' Sinaga's performance, he was really cool!

MC by Thalita Latief

Duo 'The Virgin'

Hmmph, I still couldn't understand, why many girls ware the heels shoes when they come to the concert like this. Of course it makes them difficult to jump and straddle, right? Huahh, such a trouble!

Overall, this event was very impressive! The concept were also cool. But, because of we attended just two of us, it feels a lil bit boring. However, we rarely come to the party like this. Moreover, we are just the 'nerdy students', not the 'party girls'! So, we need more time to get used for the situation there.




---> It means that someday, I have to notice the reminder of 18+ on it's invitation! Seriously.

Macau Casino

What's on your mind when you hear the word 'CASINO'?
Poker? The gamblers? Jackpot? Or... James Bond (in the movie Casino Royal)?

A friend ever told me that she really wanted to see how the atmosphere of a real gambling, like in Las Vegas or Macau. Yes, both of those city are the Gambling Town, where the Casino is everywhere, and the gambling games are legal. Many peoples from all over want to go there just to try to gamble! Yes, I think they are very very addicted by gambling!


In this post, I want to share my little knowledge about Casino. Just a little of course, because I'm not really a gambler :p
I choose to share the casino in Macau. I went there on the last holiday with my family. And do you know? It's very amazed me!


Macau town is full of big casinos. Casino wasn't as I and you imagined before. First, I thought that it's a dark place, full of alcoholic and drunken. In case, my thought was wrong! Casino is a bright place, colourful, luxury, glamour, fragrant, and many people who came up with the neat and nice clothes. Glance looks like a mall, but actually not. More than just a mall! Imagine in one build, you can find the mall, hotel, food court, restaurant, and casino area. Yah that's CASINO building!


You should 18+ to enter the casino. It's a must! You can't lie at them, because there's a guard will notice you, whether you're old enough or haven't. In there, you can find many games that you can play. Something like poker, dice twist, big/small, jackpot machine, etc. It doesn't matter if you don't understand anyone game. (Hhaha, it's oke, you are not alone guys, because many people don't understand too!) What you have to do is just standing in front of the game table and pay attention to the game. I'm sure after looking for a few minutes, you will understand how to play the games!


The gamblers are usually really entertained by the casino. They given the snacks and beverages, even breakfast, lunch, and dinner! Open 24 hours, full of service. Of course it's the casino's trick to attract the visitors to gamble more.

I recommend 'The Venetian' Casino in Macau, the biggest and luxurious in town. Many foreigner come there every years. When you're in The Venetian, you feel like in Old Europe era! Trust me. Check the pic of The Venetian below:






PS: Gambling is not a good thing. If you only see once in a while, it's okay to add insight. But I suggest don't play if you don't want to run out of your money!

Think different


"Dagang brownis, dagang semua. Dagang denim, dagang semua. Dagang kripik pedes, semua juga ngikutin. Kata Steve Jobs kan "THINK DIFFERENT""
 - Peter Firmansyah -

Peter Firmansyah itu owner nya label 'Peter Says Denim'. Sebuah label jeans dari Indonesia, yg lagi fenomenal banget, bahkan sampe go internasional!
Gue cukup excited dengan kesuksesan seorang young entrepreneur 'PSD' ini. Ya, dia bisa membuat sesuatu yg beda dari orang kebanyakan. Oke, disini gue bukannya mau jualan brand, tapi gue lebih fokus ke life skill nya si Peter itu sendiri.

Jaman sekarang, nggak cukup kalo cuma pinter akademis. Banyak kasus, lulusan sarjana dan akhirnya jadi pengangguran. Sayang memang. Well, pelajaran kan nggak cuma didapat dari sekolahan aja, di luaran juga bisa kok. Sekolah cuma ngajarin orang supaya pinter, bukan supaya bisa kerja. Nah, kita semua mau dua-duanya kan? Pinter dan bisa kerja!

Itu sebabnya kenapa gue rela repot gabung organisasi sana-sini, yg sebenernya bahkan nggak ada hubungannya sama kuliah gue. Gak apa-apa waktu nganggur gue kurangi, gak apa-apa gue ngerasa capek, yg penting itu pengalaman nya! Gimanapun, pengalaman adalah guru terbaik. Dari pengalaman, life skill kita akan berkembang.

Tapi mungkin, gue perlu berpikir ulang juga kalo semua kegiatan itu ujung-ujungnya malah bikin kuliah gue terlantar. Memang nggak terlantar yg gimana-gimana sih, dalam artian waktu belajar gue jadinya ikut berkurang juga. Yah, sekarang ini kalo nggak demi masa depan mah gue juga males ngurusin! Ogah. Gue males ikut-ikut organisasi yg kerjaannya cuma nongkrong-nongkrong doang nggak jelas. Bagi gue, organisasi itu mesti konkret, punya tujuan dan kegiatan yg terarah.

Bukan masalah loyalitas organisasi, tapi lebih ke prioritas aja. Gimana caranya biar kuliah mulus, kegiatan juga tetep aktif. Mau nggak mau, harus ada yg dipilih. Pilih berdasarkan kebutuhan, bukan cuma napsu biar dianggep eksis doang. Justru disinilah, kita ditantang untuk 'Think Different' tadi.

Batik Cultural


Sorry for the late post. But I think it's not too late to say,
Happy Batik Day!
As Indonesian citizens, we always celebrate it every October, 2nd. And what a coincidence, this year falls on Sunday.



Batik memang pantes jadi kebanggaan. Kebanggaan bagi kita semua, orang-orang Indonesia yg cerdas dan eksotis. Batik itu merupakan suatu karya seni, seni yang sangat sangat keren. Butuh kreatifitas tinggi, skill unik, dan teknik yg ahli. Dengan kreatifitas, bisa-bisanya si pengrajin memikirkan motif apa yg akan dibuat. Dan lebih keren lagi, batik itu nggak cuma sekedar print ataupun cap, tapi juga ada batik lukis. Ya, dilukis! Bisa dibayangkan?


Memang, sikap nasionalis nggak bisa cuma diliat dari cara berpakaian aja. Mentang-mentang pake batik, terus dianggap nasionalis? Sekedar pertanyaan, kenapa bikini dan hotpants nggak pernah dibuat dalam motif batik? Ya, karena itulah pentingnya sebuah nilai, nilai kebudayaan. Bagaimana sikap kita sebagai warga negara Indonesia yg baik, menjunjung budaya timur yg elegan, tapi sopan. Bukan nya malah mempertontonkan aurat. Boleh aja mempertontonkan, asal disesuaikan dengan tempat, keadaan, dan kondisinya.


Membangun kebudayaan memang nggak pernah kelihatan heroik. Karena dibutuhkan komitmen, ketekunan, kesabaran, dan juga konsistensi. Jadi bukan cuma semangat sementara kayak jamannya revolusi. Sebisa apakah kita mempertahankannya, membuat nilai budaya itu semakin mahal dari hari ke hari, ataupun cuma sekedar ikut berpartisipasi. It's according to us!
INSTAGRAM