Dresi Kulon Village

 "Creativity is subtraction"
- Austin Kleon -
A few weeks ago, I found the magical word in a newspaper. Guess what?
The most striking word for me, consists of five letters: D-R-E-S-I.
Yes. That's my name!
Source: Kompas Daily Newspaper: Sunday, August 28th 2011.


Wow! I'm so excited. I never thought that there's a village in this country, which named the same with me. What a very rare coincidence!

But wait! "Dresi Kulon Dresiani Mareti"
Dresi Kulon sounds like Javanese name, whereas my name is more westernized :p
Hmmph, I think Dresi Kulon Village was inspired by my name. Ha ha ha, maybeeeee. No, never mind! 
So, I just playing with the words. Eliminating and stringing a sentence.

Temannya yang tinggal di Medan, Sumatera Utara, memberikan tunjangan hari raya untuk Dresi untuk membeli baju seharga RP 50.000.


Inspired by Austin Kleon.
"Poet Austin Kleon grabs the New York Times, and a permanent marker, and eliminates the words he doesn't need." - NPR'S Morning Edition.


Newspaer Blackout.
What a nice book! Isn't it?

Concert of The Legend


Westlife "Gravity" World Tour 2011

Duhh, kok sakit hati banget ya gua nggak bisa nonton konser ini. Kalo konser band laennya sih, gak apa-apa lah ya. Gua ikhlas deh nggak nonton juga terserah. Tapi ini Westlife loh man, WESTLIFE! *jeng jeng lebay.
Gua nonton konser, bukan nya cuma pengen gaya-gayaan atau sok gaul sih. Tapi ya sekarang lo pikir aja dong, udah dari jaman SD gua ngefans. Emang nggak ngefans banget banget gimana sih. Tapi seenggaknya, Westlife itu satu-satunya band yg paling pengen gua tonton 'Live Performance' nya. Nonton konser secara langsung itu beda sama cuma nonton di TV, karena euforia nya pasti lebih dapet, lebih ngena. Apalagi Westlife itu legend. Ngerti dong ya gimana pesona nya Sang Legend, sesuatu gitu.

Huahh, seandainya gua di Jakarta... Seandainya 5 Oktober itu gua lagi libur kuliah.. Seandainya tiketnya cuma 5 ribu perak.. Seandainya Jakarta-Medan itu jaraknya cuma selangkah.. Seandainya.. Seandainyaaa.. Seandainyaaaaa!


Gua mau cerita sedikit, ada adek kelas gua SMA dulu. Sekarang dia kuliah di Jakarta. Sebut aja namanya Melon. Dia itu salah satu fans nya Alesana. Dia tau semua tentang Alesana. Ya tentang Mr. Crump, Alex Torres, semua personel deh tanya aja deh ama dia, tau semua! *Gue nggak gitu hapal soalnya.
Jadi pas kemaren tanggal 17 September, Alesana konser di Indonesia, gue jadi keinget dia. Terus gue mention dia di twitter,
"Lon, lo nonton Alesana nggak besok?"

"Nonton dong kak"

Dan besoknya, tau-tau gue liat avatarnya udah ganti aja. Dia foto bareng Alesana! Sendirian. Banyak fotonya. Bareng masing-masing personel!
Gue kaget dong, kok bisa-bisa nya nih anak? Jangan-jangan itu foto rekayasa, sotosop, hasil editan. Terus gue tanya dia lagi,
"Eh ciyee, udah ganti aja avatar lo, lon. Meet and greet Alesana?"

"Iya kak :D"
 
"Kok bisa sih?"

"Iya, dapet dari Axis nih kak" *tanpa ada unsur promosi

"Wah lon, beruntung banget sih hidup lo.."

Yess, gilaaa dia beruntung banget kan! Asli, salut gua ama keberuntungannya. Iya, dia bisa gitu ya ketemu idol nya?
Nah kalo gua kapaaan bisa kayak gitu?


PS: Buat yg pengen nonton konser Westlife, kalo nggak salah sih masih ada tuh tiketnya. Tapi mungkin tinggal yg kelas festival aja. Gak apa-apa tau, lumayan!
Mau lebih jelasnya, dicek di sini aja rajakarcis.com

Jadilah Mata Harimau dan Selamatkan Rumahnya!



Mata Harimau 
Hutan Indonesia adalah salah satu yang paling beragam secara biologis di dunia, tetapi satwa langka yang hidup di sana telah menyusut di tahun jumlah pada tahun, termasuk orangutan, gajah, dan harimau. karena ribuan hektar hutan hancur, demikian juga habitat hewan seperti harimau.


Cara terbaik untuk menyelamatkan hewan tersebut adalah dengan tidak membawa mereka ke tempat-tempat konservasi, tetapi dengan menyelamatkan rumah mereka. Dengan cara ini kita dapat menyelamatkan harimau dari kepunahan dan melindungi iklim dan ekosistem pada saat yang sama. Dengan melakukan ini kita mewariskan kepada anak-anak kita akan keanekaragaman hayati yang menakjubkan, yang kita nikmati hari ini.


Habitat harimau masih sedang dihancurkan setiap detik setiap hari. Anda dapat membantu menghentikan kehancuran. Ajak teman dan keluarga untuk bergabung Mata Harimau dan mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana menjadi seorang harimau!
-----------------------------------------

INVITATION
Hi Guys,
Tahukah kamu bahwa hanya ada 400 harimau Sumatera yang tersisa di dunia?
Jumlah itu kurang dari jumlah kertas yang ada dalam 1 rim, dan kita menghadapi kenyataan bahwa mereka menuju kepunahan.

Harimau Sumatera diklasifikasikan sebagai “Sangat Terancam” , di ambang kepunahan dan hampir tidak dapat bertahan. Mereka telah kehilangan 93% habitanya karena perusahaan-perusahaan yg telah menghancurkan rumah mereka. Harimau-harimau ini dibiarkan berkeliaran di tanah yang telah tandus, dan sewaktu-waktu mereka bisa dengan mudah dibunuh oleh pemburu liar.
Setiap hari, perusakan hutan mendorong mereka semakin dekat kepada kepunahan. Tetapi kita bisa bertindak sekarang untuk menyelamatkan rumah mereka. Jadilah MATA HARIMAU dan bergabunglah dengan kampanye ini untuk memenangkan kembali hutan kita demi masa depan harimau Sumatera.
Kami ingin mengundang Anda ke acara pagelaran budaya untuk peluncuran kampanye Mata Harimau Greenpeace – sebagai inisiatif  untuk penyelamatan rumah harimau Sumatera:

Waktu    : Jumat, 16 September 2011, pukul 19.00-21.00 WIB
Tempat (meeting point) : Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat
Acara       :
Pemutaran Film, Pagelaran Budaya (Pentas Rimbo Larangan), Peluncuran Kampanye Tiger Greenpeace dan acara menarik lainnya

Registrasi        : Supporter Care Unit di 021-718 2708, (hari kerja, 09.00-17.00 WIB) atau juga email di supporterservices.id@greenpeace.org

 Dalam acara ini kamu bisa mengetahui lebih banyak tentang kampanye MATA HARIMAU - inisiatif penyelamatan rumah harimau yang diprakarsai Greenpeace di Indonesia.
Jadi, tunggu apa lagi? daftarkan diri Anda! Ajak seluruh keluarga dan teman-teman Anda, dan jadilah MATA HARIMAU!


---> See you on Friday, September 16th !
More on www.greenpeace.or.id

The Graffiti Parade




Wardrobe: Private property
Talented: Dresiani Mareti
Location: Unila, Lampung - Indonesia
Camera: Nikon D3100

S for Stolid and Shy

"Jangan pernah terkecoh oleh penampilan luar."
Banyak orang sekilas ngeliat gue percaya diri, sekilas gue kelihatan keren, cuek, atau mungkin agak terkesan sombong. Hhahaa, enggak tau lah ya. Gue sendiri nggak yakin apakah gue ini termasuk orang yg ramah atau angkuh.
Beberapa kali gue bersikap biasa aja, tapi malah jadi kelihatan ngelunjak, nantangin, disangka mau ngajak berantem. Kadang gue coba senyam senyum dikit, eh malah kayak senyum menghina. Waduh, muka gue ini muka jahat emangnya ya? Susah kalo punya tampang kayak preman pasar sih.

Sebenernya, gue ini baek dan mungkin bisa ramah juga. Iya loh, beneran deh saya anak baek :p Cuma sayangnya, gue kadang suka nggak bisa ngomong. Maksud nya bukan karena gue bisu, tapi lebih kayak keabisan kata-kata gitu. Agak pendiam gitu deh.

Apalagi kalo ketemu sama temen-temen lama tuh ya, nah lo! Udah nggak tau lagi deh gosip apa yg lagi hot, yg pantes diobrolin. Jadi yaa gue cenderung lemot gitu kalo lagi ngomongin gosip. Palingan ya sekedar nanya kabar, begini-begitu, ah basi banget! Kadang mau ngobrol, nggak tau juga apa yg mau diomongin. Mau menyapa duluan, ragu-ragu juga. Pasti kepikiran,
"Dia masih inget gue nggak ya? Kalo dia udah lupa gimana dong? Masa gue ngomong sama angin sih? Malu ah."
Ujung-ujungnya nggak jadi nyapa duluan.

Dan mungkin gue juga termasuk pemalu.Ya kalo udah kenal akrab sih bodo amat ya, gue bisa aja gila-gilaan bareng. Tapi gue rada malu-malu kucing gitu kalo ketemu sama orang yg gue tau, tapi nggak terlalu kenal. Ngerti kan maksudnya? Sekedar tau sama tau aja gitu, tau nama doang atau cuma pernah ngobrol sekali dua kali.
Gue pasti nunggu orang itu menyapa gue duluan, atau paling enggak nunggu dia senyum duluan lah. Hampir nggak pernah gue yg mulai duluan. Hahaha, agak segen aja sih gue nya. Ntar kalo gue udah cengir-cengir terus tau nya dia nggak ngenalin gue lagi, nah gimana coba?

Itu sebabnya, gue nggak pernah mau sok ramah atau sok gaul atau yg gimana-gimana. Gue mungkin pasif. Tapi yaa begini lah gue gitu loh. Iya sih, mungkin malah pikiran kayak gini nih yg bikin gue nggak maju-maju. Stuck di tempat, kuper, dan nggak banyak pergaulan.
Beberapa bulan yg lalu gue ketemu coach tenis gue di dunia maya, pelatih pertama gue, Mr. Ali Sadikin. Kita chattingan seru banget, tentang keluarga dia, tentang dia yg pindah jalur jadi pelatih voli. Terus tiba-tiba dia nanya gini,
"Masih kayak dulu nggak? Ceceh yg pendiam itu? Apa sekarang karena udah gede jadi berubah cerewet?"

"Masih, Pak."

"Wah jangan dong ceh. Nanti cowok mu kabur loh."

"Ah, tenang aja Pak. Masih belom mikirin itu kok. Hhaha, fokus dulu kali ya ngejer cita-cita."

"Yah pesen Bapak, ngejer cita2 sih boleh aja ceh. Tapi jangan lupa juga sama Kokoh nya ya!"
Hahaahahaa, ngakak sumpah! Tapi mungkin, nasehat Pak Ali itu bener juga. Walaupun gue sedikit beda pendapat. Mana mungkin sih cowok kabur cuma gara-gara ceweknya pemalu? Ya mungkin ada sih, tapi kan nggak segitunya juga ya?


--->>> Hmmph, tapi nggak ada salahnya juga kan kalo gue dengerin aja nasehat bapak itu?

7 days around the world

Enjoying my last week holiday with my family in ********, a one of the most busy country in the world. (Hhehee, just guess it!)
We join the tour management. Hmmph, it's what a very very tired days ever! Imagine that you go out from the hotel in the morning, then come back in the middle of the night. Huhh, actually I prefer to just sleep all time (⌣́_⌣̀).

Oke, I'll tell you more later. It's 10pm now, connected by wifi in hotel lobby, and I'm so sleepy.. Really need a rest! See you guys :D